Ekonomi

Terinspirasi Street Food Thailand, Stein Anthony Rintis Usaha Kuliner Berbasis Kelapa di Gorontalo

×

Terinspirasi Street Food Thailand, Stein Anthony Rintis Usaha Kuliner Berbasis Kelapa di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Terinspirasi Street Food Thailand, Stein Anthony Rintis Usaha Kuliner Berbasis Kelapa di Gorontalo
Usaha kuliner muda yang dirintis Stein Anthony sejak pertengahan 2025 ini tumbuh pesat, mengusung konsep street food Thailand dengan sentuhan kelapa khas Gorontalo. (Foto: Laila Mokodompit)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sambil tetap menjalani pekerjaannya, Stein Anthony merintis usaha kuliner yang terinspirasi dari konsep street food Thailand.

Berita Terkait:  Angkutan Nataru 2025/2026, Volume Penumpang Daop 1 Jakarta Tembus 387 Ribu Pelanggan

Ide tersebut muncul setelah ia melihat langsung perkembangan jajanan kaki lima di Thailand yang dinilai kreatif, berkarakter, dan memiliki potensi pasar yang luas.

Berbekal keberanian memanfaatkan peluang, Stein kemudian membawa konsep tersebut ke Gorontalo.

Berita Terkait:  KAI Services Siapkan 40 Gudang Logistik Selama Masa Nataru 2025/2026

Menurut Stein, konsep serupa sebenarnya sudah berkembang di Pulau Jawa, namun umumnya dikemas dalam segmen premium dan menyasar pasar terbatas.

Melihat celah tersebut, ia memilih menghadirkan produk dengan kualitas tetap terjaga, tetapi menyasar kalangan menengah ke bawah agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat Gorontalo.

Berita Terkait:  Bittime #NewYearBonus Berhasil Gaet Antusiasme Hingga 155 Ribu Impressions Dalam 24 Jam Terakhir

Usaha yang mulai berjalan sejak pertengahan tahun 2025 itu masih tergolong baru. Meski demikian, kehadirannya mampu bersaing di tengah persaingan kuliner lokal karena menawarkan konsep yang berbeda.

Respons masyarakat pun terbilang positif, terbukti dari penerimaan yang cukup luas di berbagai kalangan.

Berita Terkait:  Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Dalam perjalanannya, usaha ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, Stein mencatat omzet kotor berkisar Rp60 juta hingga Rp70 juta per bulan, sebuah capaian yang cukup menjanjikan untuk usaha yang usianya belum genap satu tahun.

Untuk tahun ini, Stein mengaku belum menetapkan target khusus. Namun, ia tetap mengarahkan fokus usahanya pada rencana ekspansi cabang sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat keberlanjutan usaha.

Berita Terkait:  Tangani Bencana di Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera I Kerahkan 21 Alat Berat untuk Perbaikan Tanggul dan Sungai

Lebih jauh, Stein Anthony menegaskan bahwa misinya tidak hanya berorientasi pada bisnis,

tetapi juga memperkenalkan potensi kelapa Gorontalo ke luar daerah.

Berita Terkait:  Kementerian Pekerjaan Umum Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan dengan Membersihkan Lumpur di RSUD Pidie Jaya Pascabencana Aceh

Ia berharap, meski konsep yang diusung sudah ada,

brand yang dibangunnya mampu menghadirkan pembeda sekaligus mengangkat nama Gorontalo ke tingkat yang lebih luas.(MG-23) 

Berita Terkait:  Menlu RI Sugiono Tiba di India untuk Hadiri BRICS FMM 2026