Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Hewan Lepas, Satpol PP Boalemo Turun Tangan

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Senin, 25 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , , ,
  Kasatpol-PP Boalemo, Agus Nahu. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Maraknya hewan lepas berkeliaran di wilayah Kecamatan Paguyaman Pantai, hingga kerap memakan tanaman para petani di wilayah tersebut, menjadi atensi dan perhatian serius pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Boalemo.

“Memang permasalahan ini sudah sering terjadi dan bahkan Satpol-PP sudah pernah turun, dan melakukan penertiban di lokasi Desa Limbatihu dan Desa Bangga,” kata Kasatpol-PP Agus Nahu, kepada Hargo.co.id, Senin, (25/10/2021).

Namun kata Agus, pihaknya mengalami kendala, yang pertama, hewan peliharaan di wilayah ini tidak dapat dibawa ke Kantor Satpol-PP, lantaran jumlahnya yang cukup banyak. Sehingga menurutnya, alternatif yang bisa dilakukan, yaitu diselesaikan secara musyawarah. Selanjutnya pembinaan kepada masyarakat pemilik hewan ternak.

Adapun untuk menyikapi laporan yang belum lama ini masuk, lanjut mantan Kepala BKD-Diklat Boalemo itu, pihaknya akan menurunkan tim melakukan razia mendadak di Paguyaman Pantai.

“Kita menunggu dulu laporan dari Pemerintah Kecamatan. Dan kalau pun blm ada laporan, Inshaallah dalam beberapa hari ini, kami dari Satpol-PP tetap akan turun melakukan razia mendadak ke sana,” jelasnya.

Lebih lanjut diakui Agus, kendala kedua pihaknya saat ini, adalah belum adanya dukungan fasilitas kandang hewan yang memadai di Kantor Satpol-PP Boalemo. Di mana, fasilitas tersebut penting guna menampung hewan-hewan hasil razia.

“Maka sarannya mohon dari Pemerintah Kecamatan melalui Kasi Trantib, agar dapat menyelesaikan persoalan hewan lepas yang memakan tanaman warga, dengan Desa setempat,” kuncinya.

Sebelumnya, diberitakan Hargo.co.id pada Ahad, (24/10/2821), sekitar 8 ekor sapi milik 6 orang warga Desa Limbatihu, memakan tanaman jagung milik petani di Desa Bangga. Persoalan yang terjadi sekitar 2 Minggu lalu ini pun, belum selesai. Lantaran para pemilik sapi, diduga belum mau membayar ganti rugi.

“Yang saya sayangkan, hingga saat ini belum ada yang membayar kerugian tersebut. Jujur, saya masih menunggu itikad baik. Kalau tetap tidak ada, terpaksa saya akan melapor ke Polisi,” tegas salah seorang petani Saipul Idrus, yang merasa dirugikan atas hewan lepas. (*)

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 452 times, 1 visits today)

Komentar