Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Mayat PTT, Keluarga Tolak Dilakulan Autopsi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Metropolis , pada Kamis, 16 September 2021 | 20:05 PM Tag:
  Penemuan mayat di salah satu kos-kosan yang ada di Desa Botumobungo, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Keluarga Almarhumah Rismawati Mohammad (38), Wanita yang ditemukan meninggal di salah satu Kos-kosan yang ada di Desa Botumobungo, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara (Gorut), menolak untuk dilakukan autopsi.

Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Dicky Irawan Kesuma melalui Kasat Reskrim AKP Syang Kalibato mengatakan, Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Pihaknya bersama petugas medis langsung membawa korban ke RSUD ZUS untuk dilakukan visum.

“Pihak keluarga sendiri menolak korban untuk diotopsi, sehingga kami dari Kepolisian menyarankan kepada keluarga korban membuat surat pernyataan menolak diotopsi,” kata AKP Syang Kalibato, Kamis (16/9/2021).

Di TKP, kata AKP Syang Kalibato, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa tas korban, dompet dan beberapa obat. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSUD ZUS untuk mengetahui penyebab korban meninggal.

Dugaan sementara, korban meninggal karena ada penyakit stroke yang diderita beberapa waktu belakangan. Korban diperkirakan meninggal lebih dari satu atau dua hari.

Berdasarkan data yang diperoleh kepolisian dari KTP yang ada pada korban, Rismawati Mohammad berasal dari Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Saat ini, Korban berdomisili di Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Sebelumnya, Rismawati Mohammad yang setiap harinya bekerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Pertanian Gorut tidak masuk kantor sejak Senin (13/05/2021) kemarin.

Beberapa rekan kerja sempat menghubungi melalui sambungan seluler tetapi handphone milik korban dalam kondisi tak aktif. Keluarga korban yang mengetahui hal tersebut juga menghubungi korban namun korban tidak aktif.

Suryati Abas, Rekan korban yang rumahnya tidak jauh dari Kos kosan korban langsung menuju ke kos-kosan korban untuk mengetahui penyebab korban tidak bisa di Hubungi. Setibanya di Lokasi, Dirinya menemukan korban telah meninggal dunia.(*)

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 445 times, 1 visits today)

Komentar