Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tertutup Awan, Super Blood Moon Tak Terlihat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 1 Februari 2018 | 10:24 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Fenomena langka gerhana bulan bersamaan purnama tersaji tadi malam, Rabu (31/1). Sayang fenomena tersebut tak bisa dinikmati seluruhnya oleh warga Gorontalo. Menjelang puncak gerhana bulan sekitar pukul 20.30 langit Gorontalo diliputi awan. Kondisi itu berlangsung hingga lebih kurang selama sejam.

Sebelumnya menjelang gerhana, sekitar pukul 18.30 wita, bulan Purnama sempat tertutupi awan tipis. Kondisi itu berlangsung sekitar 15 menit. Sekitar pukul 19.00 wita, bulan purnama yang mulai menuju gerhana tampak terang.Sekitar pukul 20.00 wita, separo bagian bulan purnama mulai tampak agak gelap. Sayang mendekati puncak gerhana sekitar pukul 20.30 wita, awan mendung menutupi bulan yang cahayanya mulai berubah dari kekuningan menjadi kemerah-merahan.

Fenomena gerhana bulan dengan penampakan bulan berwarna merah darah baru bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 21.30 wita. Itupun ukuran bulan yang diamati tampak seperti ukuran biasanya. Tidak terlihat agak besar sebagaimana supermoon.

Kasie Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Gorontalo Basir Zaman mengemukakan, memang tak semua daerah bisa menyaksikan fenomena super blue blood moon. Hal itu dikarenakan terhalang oleh awan, bahkan hujan.”Memang sudah diprediksi hari ini kondisinya berawan,” ungkap Basir Zaman yang melakukan pemantauan gerhana di Stasiun Klimatologi Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo tadi malam.

itu fenomena gerhana bulan disambut masyarakat Gorontalo dengan menggelar salat gerhana. Selain dipusatkan di masjid Agung di kabupaten/kota, pelaksanaan salat gerhana juga berlangsung di setiap kecamatan hingga kelurahan. Salah satunya di Kecamatan Kota Barat, yang dipusatkan di Masjid Jami Al-Isra. Salat gerhana oleh jamaah setempat dilaksanakan usai salat Isya, sekitar pukul 20.30 wita.

Di Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, salat gerhana dipimpin Khadi K.H Abdul Rasyid Kamaru. Walikota Gorontalo Marten Taha ikut salat gerhana bersama jamaah. Khatib Syaifuddin Mateka dalam tausiahnya menyampaikan, di samping melaksanakan sunnah Rasulullah, salat gerhana menjadi wadah untuk memupuk silaturahmi antar warga Kota Gorontalo. “Salat gerhana bulan bisa menjadi motivasi batin dan wahana tepat untuk meminta ampun kepada Allah SWT,” ujar Syaifuddin Mateka.

Selain di Masjid Baitrruahim, salat gerhana juga turut dilaksankaan di Masjid Darul Arqam Kota Gorontalo, Rabu (31/1) malam. Salat dipimpin Ustadz Don Mohamad, dan khutbah disampaikan Ustadz Suleman Tongkonoo. Di hadapan jamaah, Suleman menekankan, salat gerhana untuk memperkuat tauhid umat islam akan kebesaran Allah. “Banyak juga yang mengaitkan fenomena Gerhana ini dengan berbagai mitos atau takhyul, seperti bulan dimakan naga sampai lahirnya seseorang. Itu semua tidak bisa kita percaya. Terhana adalah peristiwa alam di bawah kekuasaan Allah,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Gorontalo, Arfan Tilome, mengatakan bahwa, salat gerhana sudah berada di kalender Muhammadiyah, yang mengajak seluruh umat muslim untuk sholat Gerhana. “Kita sudah edarkan pengumam lewat masjid, media sosial, dan media elektronik. Kenapa kita disunahkan untuk sholat Gerhana, karena ini adalah fenomena alam yang sangat langka, bisa saja ketika terjadi gerhana, terus bulan dan bumi bertabrakan. Itu bisa jadi tanda dari kiamat. Kalau pada fenomena itu kita salat insya Allah kita khusnul khotimah,” ungkap Arfan.

Salat gerhana juga dilakukan masyarakat Kabupaten Gorontalo dan dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahman Limboto. Salat gerhan abulan berlangsung pukul 20.00 wita hingga pukul 20.30 wita. Selain orang dewasa, remaja dan anak-anak ikut hadir dan khusuk menunaikan ibadah sunnah tersebut.

Wakil Bupati Fadli Hasan menekankan, salat gerhana hendaknya menjadi wadah untuk banyak bersyukur.
“Kadang kala kita banyak mengeluh dengan masalah yang ada, tapi kita lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah,” jelas Fadli Hasan.

Di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), salat gerhana dipusatkan di Masjid Al Haq Islamiq Center Suwawa. Pelaksanaan salat gerhana diikuti oleh masyarakat dari berbagai wilayah. Tidak hanya dari wilayah Suwawa saja, tetapi juga datang lain seperti Tapa, Kabila maupun Tilongkabila.

Ketua Takmirul Masjid Al Haq Irwan Bempah kepada Gorontalo Post mengaku sangat bersyukur masjid yang baru diresmikan 5 hari lalu itu menjadi pusat pelaksanaan salat gerhana. “Selain menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim untuk menyambutnya, kami berharap pemerintah daerah terus menjaga budaya ini. Luar bisa antusias warga Bone Bolango malam ini, semoga salat berjamaah ini dirdhoi Allah Swt dan dijauhkan dari segala marabahaya untuk kita para kaum mislimin,” tutupnya.

Di Kabupaten Boalemo, pelaksanaan salat gerhana berlagsung di Masjid Agung serta masjid jami di masing-masing kecamatan. Salah satunya Masjid Jami Nurul Mubbin Kecamatan Mananggu. Camat Mananggu Hidayat Lamsu ikut hadir melaksanakan salat gerhana bersama warga, tokoh pemuda dan tokoh agama.

Antusias Sambut Gerhana Di sisi lain, fenomena langka gerhana bulan disambut penuh antusias warga. Mereka memadati titik-titik strategis untuk melihat fenomena yang kali terakhir terjadi 150 tahun lalu itu. Di Kota Gorontalo, misalnya. Jembatan Talumolo II menjadi salah satu pusat pengamatan gerhana oleh warga.

Di Kabupaten Bone Bolango, Ulanta Hill menjadi lokasi berkumpulnya warga menyaksikan fenomena gerhana bulan.
Sedangkan di Kabupaten Gorontalo, kantor klimatologi BMKG di Desa Talumelito menjadi salah satu pusat pengamatan gerhana bulan. Di tempat itu warga bisa menyaksikan gerhana dengan alat theodolite serta fasilitas streaming yang disediakan pihak BMKG Kabupaten Gorontalo. “Saya datang dengan keluarga, ingin melihat dekat gerhana,” ungkap Ramli (35).

Namun warga agak sedikit kecewa karena pemandangan Super Blue Blood Moon tersebut tidak nampak sempurna karena tertutup awan. “Tidak dapalia gaga,” ungkap Ramli.(tr-59/nat/wan/nrt/tr-54/tr-58/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar