Kondisi rumah dari para pengemis dan peminta-minta sumbangan bervariasi. Ada yang memang kondisinya masih memprihatinkan.
Ukuran rumah sekitar 4×6 meter. Dinding rumah mereka masih terbuat dari pitate (ayaman bambu) dan lantainya tanah/beton kasar. Sedangkan atapnya sebagian seng sebagian pula rumbia.
Namun ada pula rumahnya terbilang lebih dari sederhana. Dindingnya sudah beton (permanen) dan lantainya keramik.
Selain itu ukuran rumah cukup besar sekitar 10 x 8 meter. Di dalam rumah terdapat sejumlah furniter serta perangkat televisi. Bahkan ada beberapa yang memiliki kendaraan sepeda motor ataupun bentor.
Kendati sebagian besar memilih menutup mulut, salah seorang pengemis Nunu (samaran,red) mau buka suara. Perempuan yang berusia sekitar 40-an itu mengaku mengemis hanya untuk kebutuhan hidup.
“Suami kerja tak menentu. Kadang seminggu tak ada penghasilan. Sementara anak-anak butuh makan,†ujar ibu beranak tiga itu.
Ia menambahkan, dalam sehari pendapatan yang diperoleh tak menentu. Rata-rata berkisar Rp 20-50 ribu. “Jumat, Sabtu dan Minggu biasanya dapat sampai Rp 50 ribu,†ungkapnya. (tim/hargo)
