Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tiba-Tiba 2 ABG Ini Mengaku Tidak Diperkosa Ayahnya

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 7 April 2016 | 16:14 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh S alias Kardi, Warga Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, memunculkan fakta baru.

2 Korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh kardi, masing-masing melati (nama samaran-red) (14) dan Mawar (nama samaran-red) (17) dengan didampingi kuasa hukum tersangka Kardi, Adam Nani, SH, rabu (6/4) sore mendatangi kantor Redaksi Gorontalo Post.

Baik Mawar maupun Melati, sama-sama mengaku tidak diperkosa oleh ayahnya Kardi. Didepan awak Gorontalo Post, Mawar bahkan mengaku hanya membuat laporan palsu kepada pihak Kepolisian saat melaporkan ayahnya atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap dirinya bersama kedua saudara perempuannya.

Ironisnya, laporan ini dibuat oleh Mawar dan Melati hanya gara-gara, sering dikekang oleh ayahnya untuk pacaran di luar rumah. “Saya lapor papa dengan tuduhan memperkosa saya dan 2 saudara perempuan saya karena dia sering melarang kami keluar rumah untuk pacaran,” ujarnya sambil tersenyum malu.

Tak hanya itu, Mawar bahkan mengaku, saat membuat laporan kepada pihak kepolisian itu, masih dalam keadaan mabuk berat. “Saya waktu melapor itu, habis minum komix campur pinaraci, makanya saya masih kurang sadar,” ungkapnya mantap. Mawar menambahkan, dirinya juga menyesal dengan laporan yang telah dilakukannya itu. “Saya menyesal pak, dan saya ingin ayah saya dilepaskan,” ungkap Mawar dengan senyum.

Hal ini juga disampaikan oleh Adam Nani,SH kuasa hukum tersangka Kardi yang saat itu mendampingi kedatangan Mawar dan Melati ke Gorontalo Post. Adam mengatakan, pihaknya saat ini telah mengirimkan surat penangguhan penahanan terhadap pihak Kepolisian Daerah Gorontalo, agar Kardi bisa segera dilepaskan.

Tak hanya itu, Adam juga mengaku, baik pihak keluarga tersangka maupun korban sudah bersepakat untuk tidak lagi melanjutkan proses hukum terhadap Kardi. “Keluarga sudah sepakat untuk menarik berkas perkara, namun untuk sementara kami masih melakukan upaya penangguhan penahanan terlebih dahulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Drs Hengkie Kaluara, melalui Kabid Humas Polda Gorontalop AKBP S, Bagus Santoso saat dikonfirmasi terkait persoalan ini membantah seluruh pengakuan Mawar maupun Melati.

Akbp Bagus mengatakan, Mawar dan Melati membantah tidak diperkosa oleh ayahnya itu karena diduga ada intervensi dari pihak keluarga. Akbp Bagus mengungkapkan, sebelumnya, permintaan penangguhan penahanan terhadap tersangka Kardi ini sudah sempat diadukan oleh pihak keluarga kepada ibu Bupati Gorontalo, untuk mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Namun, setelah dikroscek lebih jauh, ternyata korban pemerkosaan ini diduga sudah mendapat tekanan dari pihak keluarga, agar mengaku tidak diperkosa. “Mereka ditekan agar mengaku tidak diperkosa,” ujarnya.

Sementara terkait permintaan penangguhan penahanan, AKBP Bagus menegaskan, pihak Kepolisian tidak akan memberikan penangguhan penahanan terhadap kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. “Sudah ada intruksi langsung dari Kapolda, jika terkait kasus asusila terhadap anak dibawah umur, tidak akan diberikan penangguhan penahanan,” tegas mantan Wakapolres Gorontalo Kota ini.

AKBP Bagus menambahkan, saat ini proses penuntasan kasus tindak asusila ini masih terus didalami oleh Unit PPA Polda Gorontalo. “Jika seluruh berkas perkara sudah rampung kasusnya tentu akan dinaikkan,” tandasnya.(hargo/tr-45)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar