Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tiba-tiba, Nelson Pomalingo Copot 10 Kepala Sekolah. Ada Apa Ya?

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo , pada Rabu, 15 Desember 2021 | 00:05 AM Tag: , ,
  Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo

Hargo.co.id, GORONTALO – Sepuluh Kepala Sekolah di Kabupaten Gorontalo diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian tersebut dilakukan karena sepuluh lembaga pendidikan yang dipimpin para Kepala Sekolah tersebut dinilai memiliki capaian vaksinasi rendah.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjelaskan, rendahnya capaian vaksinasi yang ada di sekolah tersebut menunjukkan ketidakmampuan kepala sekolah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi. Padahal, kata dia, Kepala Sekolah sangat penting peranannya dalam melaksanakan percepatan vaksinasi di sekolah.

“Yang lain sudah 100 persen, ada yang sudah 80 persen, namun ini malah bawah 50 persen. Hari kita lakukan pergantian supaya pendidikan akan berjalan baik,” kata Nelson Pomalingo usai melantik Sepuluh Kepala Sekolah beserta 246 pejabat fungsional di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/12/2021).

Dirinya berharap, para Kepala Sekolah yang menggantikan tersebut dapat segera bekerja dengan maksimal sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Demikian juga dengan percepatan vaksinasi Covid 19 di sekolah sekolah tersebut.

“Mudah-mudahan dengan pergantian ini akan meningkat orang divaksin, terutama di sekolah,” ujarnya menerangkan.

Meski begitu, kata Nelson Pomalingo, diberhentikannya para Kepala Sekolah tersebut bukan berarti diberhentikan juga dari tugasnya sebagai pendidik. Mereka, kata dia, Hanya saja dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

“Kepala sekolah itu tugas tambahan. Jadi, Mereka tetap guru hanya posisinya sebagai Kepala Sekolah yang diberhentikan,” kata Nelson Pomalingo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo mengatakan, pemberhentian kepala sekolah tersebut tidak saja karena capaian Vaksinasi Covid 19, tapi juga ada beberapa penilaian lain yang berhubungan dengan sekolah terkait.

“Mereka semua bertugas di wilayah Kabupaten Gorontalo. Pemberhentian ini dilakukan juga karena kurangnya kinerja mereka, baik dari segi penerapan protokol kesehatan maupun hal lain yang berhubungan dengan sekolah itu sendiri,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 441 times, 1 visits today)

Komentar