Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tiga Anggota Polri Dipecat, Termasuk Owner FX Family

Oleh Admin Hargo , dalam Headline HumKam , pada Selasa, 18 Januari 2022 | 22:05 Tag: ,
  Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K

Hargo.co.id, GORONTALO – Tiga anggota Polri yang bertugas di wilayah Polda Gorontalo dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Menariknya, diantara ketiganya ada salah seorang yang merupakan Owner FX Family yang berinisial AKY. 

Pemberhentian tersebut sebagaimana Surat Keputusan Kapolda Gorontalo nomor : Kep/319/XII/2021 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Polri atas nama Brigadir SM, jabatan Bintara Yanma Polda Gorontalo, Surat Keputusan Kapolda Gorontalo nomor : Kep/320/XII/2021 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri atas nama Briptu RS, jabatan Bintara Dit Samapta Polda Gorontalo dan Surat Keputusan Kapolda Gorontalo nomor : Kep/  /I/2022 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri atas nama Bripka AKY, jabatan Banit Samapta Polsek Paguat, Polres Pohuwato, Polda Gorontalo. 

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si, M.M, melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K membenarkan adanya pemecatan atau PTDH terhadap tiga orang personel Polri. Pemecatan itu sendiri terkait dengan pelanggaran kode etik profesi Polri berupa meninggalkan tugas lebih dari 30 hari secara berturut-turut. Sedangkan untuk kasus investasi FX Family, hingga kini masih diproses oleh penyidik Polda Gorontalo.

Foto nota dinas Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 3 orang Anggota Polda Gorontalo yang melanggar kode etik profesi Polri.
Foto nota dinas Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 3 orang Anggota Polda Gorontalo yang melanggar kode etik profesi Polri.

“Untuk diketahui bahwa pelanggaran yang dibuat oleh AKY sangat banyak, selain Tindak Pidana yang dilakukan dan sedang berproses, yang bersangkutan melanggar disiplin dan kode etik profesi Polri. Pelanggaran disiplin yang dilakukan yaitu meninggalkan wilayah tanpa izin pimpinan, itu sudah diputus dalam sidang disiplin 20 Desember 2021 lalu, dimana yang bersangkutan diputus tunda pendidikan, tunda kenaikan pangkat dan mutasi demosi,” terang Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono S.I.K. 

Lebih lanjut mantan Kapolres Bone Bolango itu juga menjelaskan, untuk pelanggaran kode etik itu berupa meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas lebih dari 30 hari secara berturut- turut, dimana yang bersangkutan dalam sidang kode etik hari Kamis kemarin telah diputuskan. 

“Terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar : Pasal 14 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 ayat (1) PP RI Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri; Jo Pasal 7 ayat (3) huruf b Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Sanksi yang dijatuhkan diantaranya: 1) Perilaku melanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. 2) Direkomendasikan diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai Anggota Polri, dan atas putusan tersebut yang bersangkutan menerima dan tidak mengajukan permohonan banding,” jelas Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono S.I.K, Selasa (18/01/2022). 

Akhir penyampaiannya Kabid Humas juga menegaskan kembali dimana ada 3 orang anggota Polri yang bertugas di Polda Gorontalo yang dikenakan PTDH terkait pelanggaran kode etik mangkir dari dinas kepolisian lebih dari 30 hari secara berturut turut. 

“Itu bukti komitmen bapak Kapolda dalam menerapkan reward dan punishment secara seimbang, yang berprestasi diberikan penghargaan dan yang melanggar tentu diproses sesuai ketentuan, agar bisa menjadi pembelajaran bagi personel Polri lainnya. Itu juga implementasi dari kebijakan Kapolri yakni Transformasi menuju Polri yang Presisi, menegakkan hukum secara profesional, transparan tanpa diskriminasi,” pungkas Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono S.I.K. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo/Zulkifli Tampolo

(Visited 3.072 times, 1 visits today)

Komentar