Tiga Gudang Kapuk Dungingi Ludes

×

Tiga Gudang Kapuk Dungingi Ludes

Sebarkan artikel ini
PETUGAS Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan sisa api dalam tumpukan kapuk. Pada Senin, (27/3), Gudang kapuk milik Sadia Husain di Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo ludes dilahap sijago merah. INSERT : Sadia Husain hanya bisa pasrah melihat gudang kapuk beserta isinya yang sudah rata dengan tanah.

DUNGINGI – Hargo.co.id Waktu beranjak sore, suasana di Kelurahan Tamulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo mendadak gempar. Ini menyusul kebakaran dahsyat yang melanda tiga gudang penyimpanan kapuk di kelurahan setempat.

Tidak lebih setengah jam, gudang yang diketahui milik Sadia husain (42) langsung ludes, kemarin, (27/3).Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kebakaran pertama kali diketahui oleh Suleman Talip dan Marten Dumalingo.

Kedua pria yang tercatat sebagai karyawan Sadia Husain itu tengah mengisi kapuk ke dalam kain (kasur). Waktu itu dalam gudang ada kurang lebih 440 karung kapuk yang tersimpan. Saat Suleman dan Marten tengah asyik bekerja di dalam gudang, tiba-tiba saja muncul asap di bagian belakang gundang.

Karena merasa ada seperti ada yang terbakar, Suleman dan Marten langsung berlari keluar gudang untuk mencari pertolongan. Tidak butuh waktu lama, titik api pun langsung muncul dibelakang gudang, dan merembet dengan cepat hingga ke bagian gudang lainnya.

Warga setempat yang melihat kejadian itu langsung belarian ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil membawa air dalam ember. Mereka mencoba melakukan pemadaman dengan cara sederhana. Sayangnya, upaya mereka tersebut tak cukup ampuh untuk menahan laju lidah api yang semakin ganas.

Untung saja, informasi itu cepat sampai ke pihak Pemadam Kebakaran (Damkar). Selang beberapa saat kemudian, Tim Damkar turun dengan 5 mobil dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Api pun berhasil dipadamkan hingga tak sampai merembet ke rumah warga lainnya. Saat diwawancarai awak media, Sulaeman mengaku kaget ketika melihat sudah ada api di dalam gudang. Akibat kejadian ini, Sadia Husain sedikitnya mengalami sekitar Rp 50 juta.

“Saya tidak tahu dari mana api itu. Karena khwatir, saya juga langsung lari keluar gudang untuk menyelematkan diri,” katanya.Terpisah, Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya melalui Kabag Humas AKP Asna Dehi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

Petugas masih melakukan penyelidikan sekaligus meminta keterangan para saksi di TKP. “Untuk sementara kasus ini masih kita selidiki,” jelasnya. (tr-49/hg)