Trofi Piala Dunia Senilai Rp 279 M, Jules Rimet Hilang Dicuri

×

Trofi Piala Dunia Senilai Rp 279 M, Jules Rimet Hilang Dicuri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Hargo.co.id – Gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia sedang berlangsung. Saat ini, sebanyak 8 tim bersaing menuju semifinal. Mereka bersaing memperebutkan satu trofi, yaitu Piala Dunia FIFA.

Trofi Piala Dunia FIFA memang benar-benar memiliki daya pikat luar biasa. Setiap negara mengimpikan bisa memiliki piala gelaran empat tahunan tersebut. Namun tak semua bisa meraihnya. Selain kualitas tim dan kepiwaian pelatih, faktor keberuntungan turut menentukan keberhasilan sebuah negara meraih Piala Dunia FIFA.

Gelaran Piala Dunia awal kali dilangsungkan pada 1930 di Urugay. Saat itu Piala Dunia yang diperebutkan adalah sebuah piala setinggi lebih kurang 35 cm dengan berat 3,8 kilogram (kg). Bentuknya seperti seperti wanita yang sedang memanggul sebuah cawan. Wanita tersebut juga memiliki sayap seperti seorang peri.

Piala tersebut didesain seorang seniman asal Perancis Abel Lafteur, dan terilhami dari Dewi Kemenangan (Dewa Yunani), Nike.

Pada awal pagelaran 1930 hingga 1945, Piala Dewi Kemenangan tersebut dikenal dengan nama ‘Victory’. Sementara di kalangan publik mengenal dengan sebutan World Cup/Coupe du Monde.

Piala dunia pertama dibuat gabungan perak murni dan berlapis emas. Pada bagian dasarnya merupakan batu mulia Lazuli. Di bagian bawah terdapat nama-nama pemenang Piala Dunia.

Pada 1946, Piala Dunia berganti nama menjadi Piala Jules Rimet, Presiden FIFA pertama era 1921-1954. Pria asal Perancis itu pula pelopor Piala Dunia pertama kali pada 1930.

Piala Jules Rimet sempat hilang pada 20 Maret 1966 menjelang berlangsungnya Piala Dunia Inggris 1966.  Dilansir situs resmi FIFA, piala Jules Rimet hilang saat dipajang pada persiapan Piala Dunia 1996 di Inggris. Piala senilai 30 Ribu Pounsterling itu hilang saat dipamerkan di Central Hall Westminster, London, Inggris.

Selang seminggu, Piala Jules Rimet ditemukan ditemukan seekor anjing bernama Pickles bersama detektif asal Scolandia. Selanjutnya FIFA mengeluarkan aturan negara yang berhasil memenangkan turnamen Piala Dunia tiga kali maka berhak memegang Piala Dunia.

Brasil yang berhasil memenangkan Piala Dunia sebanyak 3 kali yakni pada tahun 1958, 1962 dan 1970 akhirnya berhak mendapatkan Piala Jules Rimet tersebut.

Namun pada 20 Desember 1983, Piala Jules Rimet kembali hilang. Saat itu Piala Jules Rimet berada di kantor Federasi Sepakbola Brasil (CBF), Rio de Janeiro. Padahal pengamanan terhadap piala tersebut cukup ketat. Kaca anti peluru melindungi piala Jules Rimet di sekelilingnya. Sayangnya hingga kini keberadaan Piala Jules Rimet tak kunjung ditemukan. Masyarakat luas percaya, piala tersebut dilelehkan menjadi emas batangan oleh pencurinya.

Sementara itu pada awal 1970-an, FIFA kembali merancang Piala Dunia baru untuk pertandingan Piala Dunia ke-10 tahun 1974. Ada 53 desain yang dibuat para ahli/seniman dari tujuh negara diserahkan kepada FIFA. Dari hasil seleksi, karya seniman Italia Silvio Gazzaniga akhirnya dipilih sebagai desain Piala Dunia.

Secara umum, desai Piala Dunia karya Silvio Gazzaniga melambangkan dua atlet yang berpadu memegang bola dunia. Piala Dunia edisi kedua ini dibuat dari emas 18 karat dengan berat 4.927 gram. Basis terdiri dua lapisan malachite semi mulia sementara bagian bawah piala terukir pemenang piala Dunia sejak 1974. CBNC melansir, Piala Dunia bernilai sekitar USD 20 juta atau setara Rp 279 miliar.

Berbeda dengan piala Jules Rimet. Piala Dunia FIFA yang asli tak lagi diberikan kepada pemenang. Peraturan baru FIFA menyatakan, Piala Dunia yang asli tetap dalam kepemilikan FIFA. Para pemenang Piala Dunia FIFA tidak lagi menyimpan piala dunia. Tetapi diberikan replika usai pagelaran Piala Dunia. Replika berlapis emas disebut sebagai Piala Pemenang Piala Dunia FIFA.(FIFA/indosport/CNBC/gp/hg)