GORONTALO, Hargo.co.id – Presiden Joko Widodo memberi ultimatum kepada PT PLN untuk segara menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2×25 MW Anggrek, paling telat tahun 2017.
Penegasan orang nomor satu di republik ini disampaikan saat meresmikan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 100 MW Maleo di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, bulan juni 2016 silam.
Penegasan Presiden Joko Widodo itu juga didengar langsung Direktur Utama PLN Sofyan Basyir dan Menteri BUMN Rini Soemarno. “Semuanya sudah dengar, PLTU akan dituntaskan pada 2017. Jika belum selesai, pasti akan saya cek, cek, dan cek lagi. Kalau belum selesai, awas,â€tegas Presiden saat itu.
Hanya saja, ultimatum Presiden tersebut kurang bertaji. Buktinya, PLN hingga kini belum bisa menuntaskan proyek pembangkit listrik yang dibangun sejak tahun 2007 itu. Bahkan target tuntas februari 2018 pun kembali meleset.
Berbagai kendala memang sempat dihadapi PLTU yang beralamat di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara itu. Selain persoalan lahan yang bersengketa, lokasi PLTU juga merupakan kawasan batu cadas yang menyulitkan proses pembangunan.
Saat kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada bulan Agustus 2017 lalu di PLTU Anggrek, terungkap jika PLTU yang berdiri di lahan seluas 30,116 hektare itu akan tuntas pada desember 2017 atau sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
“Jika tidak ada kendala, Desember 2017 satu unit mesin pembangkit sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 25 MW,†kata Asisten Manager PLTU Anggrek, Airlangga, saat memberikan penjelasan teknis kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat itu (Agustus, 2017). Ketika itu, Engineering, Procurement and Construction (EPC) Progres Periode 31 Juli – 06 Agustus 2017 dari planing 87,7 persen realisasi sudah 61,5 persen.
Begitu pun dengan Construction Progres dari plan 74,7 persen, realisasi sudah 41 persen. Pihak PLTU yakin progres akan terus meningkat, dan proyek PLTU akan mulai beroperasi pada desember 2017.
Tapi target itu meleset. Bahkan rencana pembangkit II beroperasi februari 2018 juga belum bisa dipastikan. Terbaru, PLTU Anggrek baru akan beroperasi akhir tahumn ini. Hal itu terungkap saat kunjungan Gubernur Gorontalo Ruslo Habibie ke lokasi PLTU Anggrek, Rabu (10/1) kemarin.
Gubernur memang terus mempelototi progres pembangunan PLTU Anggrek. Bagi Gubernur, kebutuhan listrik di Gorontalo harus terpenuhi, salah satu upaya itu adalah percepatan pembangunan PLTU Anggrek.
Kendati molor, tapi pihak PLTU Anggrek tetap optimis, sebab proyek ini terus menunjukan progres realisasi pembangunan yang positif. Manager Unit Pelaksana Proyek Pembangkit dan Jaringan PLTU Anggrek, Abdul Waris, Rabu (10/1) kepada Gorontalo Post mengatakan, progres pembangunan PLTU Anggrek saat ini sudah mencapai 71,32 Persen.
Terdiri dari engginering 93,93 persen atau hampir tuntas, procurment 79,02 persen, sementara contruction 59,72 perfsen. “Kita lihat dari target mudah mudahan akhir tahun ini bisa kita selesaikan.
Progres 71 persen itu tidak serta merta dapat 100 persen karena berbagai kendala,†terang Waris. Kendala yang ada saat ini dalam hal instalasi dan setting mesin yang cukup rumit. Selain instalasi mesin yang rumit, pekerjaan pun terhambat faktor alam.
“Kondisi di lapangan seperti pada bagian CWP (Circulating Water Pump) di Pump House itu tidak lagi tanah, tapi batu yang masif. Tidak bisa dilakukan dengan alat biasa, tapi harus pakai blasting.
Tapi karena bangunannya sudah ada kita tidak bisa,†kata Waris. Saat ini, dermaga untuk kebutuhan batu bara (jetty) juga belum selesai dibangun. Pekerjaan Jetty baru diprediksi tuntas pertengahan tahun ini. (tro/hg)
