GORONTALO, hargo.co.id – Pagi ini (3/4) 5.594 peserta didik dari 50 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Gorontalo mengikuti Ujian Nasional (Unas).
Diantara 50 sekolah ini, 30 sekolah menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK), 12 sekolah bergabung UNBK dan 8 sekolah masih menerapkan ujian nasional berbasis kertas pensil (UNPK).
Unas kali ini digelar berbeda, yakni Kementerian Pendidikan terlebih dahulu menggelar Unas untuk SMK, sementara SMA pada pekan berikutnya.
Hasil Unas sendiri ditetapkan bukan penentu kelulusan para siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo Dr. Weni Liputo bahwa untuk nilai Unas memang tidak menjadi penentu kelulusan. Hanya saja, pada saat peserta didik melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka lembaga tersebut akan memperhatikan nilai Unas dari masing-masing peserta didik.
Weni berharap Unas kali ini, Gorontalo tetap berprestasi sama seperti tahun lalu. Dimana Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) Gorontalo berada dalam urutan ke delapan nasional. “Kalau tahun lalu kita masuk 10 besar Minimal tahun ini Indeks Integritas kita bertahan jika perlu meningkat,”terang Weni.
Menurut Weni semakin meningkatnya kejujuran dalam pelaksanaan Unas dikarekan pada tahun lalu banyak sekolah yang telah menerapkan UNBK, sehingga kecurangan tidak lagi terjadi. Penggunaan UNBK meningkatkan kejujuran, meskipun capaian peserta didik menjadi berkurang (penurunan nilai sekolah yang menggunakan UNBK lebih tinggi dibanding UNKP).
“Jika tahun ini semakin banyak yang UNBK, jelas tahun kemarin menjadi gambaran dan meningkatkan indeks integritas Gorontalo sendiri. Sehingga saya ingin tahun-tahun mendatang, seluruh sekolah sudah UNBK seluruhnya,” tambahnya.
Pelaksanaan Unas SMK dengan sistem UNBK juga tergantung PLN. Ketersediaan listrik sangat menjamin suksesnya ujian nasional kali ini.
“Jadi untuk jadwal UNBK itu beragam. Karena sebagian besar sekolah penyelenggara UNBK itu ada tiga gelombang, sehingga diperkirakan waktu pelaksanaan UNBK dimulai dari pukul 07.00 WITA sampai 17.00 WITA,” ucap Weni Liputo.
“Jika sampai lampunya padam. Maka akan sia-sia Unas yang dilakukan para peserta didik,”terangnya. (ndi/hargo)
