Gorontalo Hargo.co.id – Nasi sudah menjadi bubur. Itulah peristiwa yang dialami Amir Jakaria (45) warga Desa Tualango, Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (14/1). Hanya karena ingin mengusir tawon dengan api, malah rumahnya yang terbakar. Akibatnya, PNS di Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo ini merugi ratusan juta.
Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadiannya berlangsung cepat. Awalnya, Ibrahim Jakaria (12), anaknya Amir, melihat ada sarang tawon di menempel di tembok dalam rumah. Dia pun berinisiatif untuk mengusir tawon dan membakar sarangnya menggunakan kain bekas. Saat itu, sang ayah, Amir, sedang berada di kamarnya.
Saat kain bekas tadi dibakar, awalnya gerombolan tawon mulai bubar. Tak tahunya api yang dibakar tersebut mengenai salah satu kursi sofa yang ada di dalam rumah. Dalam waktu yang cepat, api di atas sofa pun membesar. Amir keluar dari kamar berusaha memadamkan api namun tidak berhasil. Dia pun berteriak histeris minta pertolongan warga sekitar.
Tak lama kemudian, warga pun berbondong-bondong datang ke rumah Amir. Namun, api yang sudah terlanjur membesar melahap hampir seisi rumah. Akhirnya, si jago merah pun dengan leluasa melahap rumah pernanen tersebut.
Rumah memang berhasil dipadamkan warga, namun sebagian besar rumahnya sudah hangus terbakar.
Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kabakaran (Damkar) pun tiba di lokasi, “Kami tinggal melakukan pendinginan saja,” ungkap Kepala Unit Damkar Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian ditaksir bisa mencapai di atas Rp 100 Juta.
“Selama 2018 ini sudah tiga kali peristiwa kebakaran. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyepelekan apapun yang bisa mengakibatkan kebakaran, seperti kabel instalasi tua, kabel terkelupas, rokok, anti nyamuk dan sebagainya,” harapnya.
Sementara itu, Amir Jakaria mengaku kejadiannya begitu cepat. “Pas lihat api di sofa, saya langsung berteriak minta tolong,” ujar Amir. Amir pun mengaku pasrah atas kejadian naas itu.(tr-58)
