Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Valentine Day , Antara Cokelat dan Setangkai Mawar

Oleh Berita Hargo , dalam Post , pada Sabtu, 17 Februari 2018 | 01:01 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id,Zetizen-GP- Urusan yang satu ini memang tiada habisnya setiap tahun. Setiap kali ada yang sadar dengan bahaya virus merah jambu ini, muncul lagi generasi baru superpolos yang terjangkit virus para kapitalis hedonis tentang apa yang harus dilakukan pada 14 Februari.Remaja adalah target utama doktrin-doktrin cinta yang menyesatkan ini. Setiap 14 Februari para remaja diarahkan untuk merayakan hari kasih sayang. Judulnya sih begitu, praktiknya tidak lebih dari hari maksiat.

Entah konsensus dari mana, tapi cinta hanya disetarakan dengan kartu ucapan, sebatang cokelat, dan bunga mawar. Bahkan mirisnya lagi, Valentine Day ini sudah menjelma menjadiajang pelepasan kehormatan wanita secara massal. Wah, ini benar-benar parah. Kalau masih keukeuh merayakan Valentine, kuy lihat asal-usulnya dulu!

Asal-Usul Valentine Day 

Zaman dahulu di bangsa Romawi yang menjadi dasar peradaban barat, mereka hidup dengansuatu adat yang menjadikan kepuasan fisik badaniah sebagai tujuan hidup mereka, yakni Money, Drink, and Sex. Bahkan selingkuh menyelingkuhi, dan hubungan badan dalam keluarga adalah hal yang lumrah.Jauh sebelum dunia mengenal hari kasih sayang, orang Romawi punya “Festival Lupercalia”, yakni rangkaian hari raya yang dipersembahkan kepada Lupercus sang dewa kesehatan dan kesuburan seksual, dan Juno Februa dewi pernikahan dan kesuburan. Perayaan ini digelar setiap  tahun, yakni pada tanggal 13-15 Februari.

Proses perayaan ini dimulai dengan menaruh nama-nama gadis perawan di sebuah tempat dalam kertas-kertas yang terpisah, kemudian laki-laki mengambilnya satu persatu untuk mengambilnya secara acak. Siapa yang terpilih, itulah yang akan menjadi partner untuk melakukan hubungan
badan sepanjang malam itu.Begitulah “Festival Lupercalia” yang dipraktikkan selama berabad-abad pada masa Romawi. Hubungan badan yang dihalalkan dalam bentuk adat istiadat, yang bersesuaian dengan misi hidup mereka, yakni menjadikan nafsu sebagai Tuhan.

Mari kita lihat faktanya!

Inggris mewanti-wanti penduduknya pada 14 Februari setiap tahun sebagai “The National Impotence Day”. Amerika Serikat lebih ekstrim lagi dengan peringatan “The National Condom Week” pada 14-21 Februari setiap tahunnya.

Apa artinya? Jelas sekali bahwa di negara-negara Barat 14 Februari dijadikan ajang pestaseks. Ajang menjual kehormatan. Kondom terjual habis, kehormatan pun habis. Bagaimana dengan Negeri kita? Inginkah menyamakan diri dengan bangsa Barat sana?
Anak bangsa hancur, kaum kapitalis tertawa lebar. Sumber : Udah Putusin Aja, Felix Siauw. (ZT-11/hargo)

 

 

 

 

 

Widya Nurjana Manti
Ilmu Komunikasi, UNG

Valetine Tidak Perlu Dirayakan 
Sesuai dengan apa yang saya liat di lingkungan masyarakat, hari Valentine adalah hari di mana orang-orang yang sedang dilanda cinta, saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah antara satu sama lain, atau biasa orang orang menyebutnya hari kasih sayang.Akan tetapi saya berfikir bahwa hari Valentine itu bukanya hari kasih sayang tapi hari pembunuhan karena di mana si Valentine di bunuh saat bercinta.Buat saya pribadi Valentine itu tidak perlu dirayakan, karena hari kasih sayang itu terjadi setiap hari. (ZT-10)


Vivianti D. Hemeto
Akuntansi, UMI Makassar

Merugikan Diri Sendiri
Sebagai anak muda, hari Valentine itu tidak perlu dirayakan. Karena Valentine itu hanya untuk orang musyrik dan mengandung zina di dalamnya. Selain itu, merayakan Valentine sama saja dengan kita menduakan Tuhan dan merugikan diri sendiri. Buat apa dirayakan kalau hanya bisa merusak diri sendiri dan membuat dosa besar? (ZT-10)

Febriyanti Tahir 
UNG

Tidak Rayakan Valentine
Hari Valentine, menurutku tak perlu dirayakan. Asal-asul dari perayaan yang biasa dikatakan sebagai hari kasih sayang ini, belum kita ketahui secara jelas, makna dan maksud dari perayaan Hari Valenitne. So,merayakan Valentine setahu aku tidak dianjurkan harus dirayakan. Dan aku sendiri pun tidak merayakan. (ZT-07)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar