Waduh ! 300 Supir Truk Pabrik Gula Nganggur

×

Waduh ! 300 Supir Truk Pabrik Gula Nganggur

Share this article
Sejumlah supir truk angkut tebu yang terpaksa nganggur akibat masa giling yang dihentikan oleh PT PG Gorontalo.

 

Hargo.co id GORONTALO – Buntut dihentikannya masa giling oleh PT Pabrik Gula (PG) Gorontalo akibat kehabisan stok tebu, lebih dari 300 supir dan truk serta sekitar 3.500 karyawan musiman di Kecamatan Tolangohula pun ikut menganggur.

Disebut-sebut, akibat dihentikannya masa giling sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi lokal.  Informasi yang dihumpun Gorontalo Post, untuk biaya sewa tiap armada truk dihitung per pekan sebesar Rp 8 Juta. Jika ditambah dengan supir, totalnya menjadi Rp 10 Juta per truk per pekan.

Sedangkan armada truk yang beroperasi di PT PG Gorontalo mencapai 300 truk plus supir. Maka ada sekitar Rp 3 Miliar ongkos untuk armada. Belum lagi untuk ongkos karyawan musiman sekitar 3.500 orang.

Pian Tuna selaku Koordibnator armada angkutan saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, pihaknya sangat merugi dengan adanya penghentian masa giling tebut tersebut.

“Mobil kami terpaksa nganggur tidak ada pendapatan karena adanya masa giling disetop pihak perusahaan disebabkan kurangnya stok tebu yang akan digiling karena pembakaran tebu oleh oknum tidak bertanggungjawab,” kata Pian Tuna.

Untuk itu, Pian Tuna berharap pemerintah daerah Boalemo bisa memperhatikan kondisi masyarakat yang kehilangan pendapatan dan pekerjaan akibat kejadian ini. “Kondisi seperti ini sangat terasa terlebih akan menghadapi bulan puasa dan lebaran yang memerlukan biaya untuk berbagai kebutuhan,” ungkap Pian Tuna.

Â