Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Sekitar Lokasi Penemuan Buaya

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 25 Januari 2022 | 08:05 Tag: ,
  Kepala Seksi (KASI) Konservasi Wilayah II Gorontalo BKSDA Sulawesi Utara, Sjamsuddin Hadju.

Hargo.co.id, GORONTALO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara Wilayah II Gorontalo akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan penanganan lebih lanjut atas penemuan buaya di muara sungai dekat Danau Limboto, Ahad (23/1/2022) kemarin.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Sulawesi Utara Wilayah II Gorontalo Sjamsuddin Hadju mengatakan, Buaya yang ditemukan warga tersebut termasuk dalam jenis hewan yang sulit untuk diidentifikasi keberadaannya.

“Kami akan melakukan penyisiran sekitar tempat penemuan buaya tersebut. Sebab satwa ini adalah hewan yang sulit untuk ditemukan serta diidentifikasi,” kata Sjamsuddin Hadju.

Dalam waktu dekat, lanjut Sjamsuddin Hadju, pihaknya akan memasang papan peringatan di sekitar lokasi ditemukannya buaya tersebut untuk memberikan peringatan dan himbauan kepada masyarakat agar jangan dulu beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

“Kami juga akan menyampaikan ke masyarakat untuk segera melaporkan kepada kami apabila mereka masih melihat buaya yang berkeliaran di sekitar danau Limboto,” Katanya.

Selain melakukan penyisiran, kata Sjamsuddin Hadju, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terkait tempat untuk melepaskan buaya buaya tersebut kembali ke habitatnya.

“Saat ini kami juga memiliki empat ekor buaya yang berada di tempat konservasi dan seharusnya buaya buaya ini punya tempat untuk dilepasliarkan,” kata Sjamsuddin Hadju.

Sebelumnya, Seekor anak buaya berukuran kurang lebih 1,5 tersebut ditemukan di muara sungai yang ada di pesisir Danau Limboto, tepatnya di Lingkungan V, Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada Minggu (23/01/2022) kemarin.

Keberadaan buaya tersebut menyebabkan banyak nelayan yang merasa khawatir untuk mencari ikan di Danau Limboto. Padahal, sebagian besar warga di sekitar menggantungkan hidupnya dengan bermata pencaharian sebagai nelayan di danau tersebut. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 97 times, 1 visits today)

Komentar