Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



WASPADA! Modus Penipuan Baru, Catut Nama Kantor Lelang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Januari 2017 | 15:31 Tag: , ,
  

“Nanti setelah bayar 30 persen, barangnya bisa dikirim di alamatnya bapak atau diambil langsung di kantor lelang. Ini saya kirim rekening bendahara kantor lelang Gorontalo,” sambung pria itu.

Lantas pria tersebut mengirimkan nomor rekening bendahara unit 2. Menggunakan nomor rekening BRI 7018-01-008674-53-6 atas nama Emma Rehulina. Begitu yakinnya, pria itu kemudian mengarahkan agar dapat menstransfer panjar dari barang yang akan diambil tersebut.

Tak langsung percaya, awak hargo.co.id pun menelusuri kebenaran dari informasi lelang tertutup oleh KPKNL Gorontalo. Beberapa menit kemudian awak mencoba untuk mengkonfirmasi kebenaran lelang tertutup tersebut.

Alhasil, pihak KPKNL Gorontalo, hari ini tak melakukan lelang apapun. Bahkan yang tak pernah sekalipun pihak KPKNL Gorontalo membuka lelang tertutup.

Eko Hardianto Kepala seksi pelayanan Lelang di KPKNL Gorontalo mengungkapkan kejadian ini merupakan modus baru penipuan. Sejauh ini pihak KPKNL Gorontalo tak pernah mendapatkan laporan terkait pencatutan nama kantor lelang.

“Ini pernah terjadi di Manado beberapa waktu lalu, tapi bukan kantor lelang. Untuk Gorontalo sendiri saya baru mendengar ini. Apalagi sudah membawa nama lembaga kami,” terang Eko ketika dikonfirmasi di kantor KPKNL Gorontalo siang tadi.

Menurutnya ini tindakan yang sangat merugikan, pasalnya sejuah ini kantor lelang tak pernah mengadakan lelang tertutup. Seluruh lelang yang dilakukan KPKNL Gorontalo adalah lelang terbuka serta selalu di informasikan dan terpublis melalui media massa ataupun selembaran.

“Tetap ada persyaratan untuk barang yang dilelang di kantor lelang. Misalnya kalau harganya di bawah Rp 20juta dibayar tunai melalui pegawai resmi atau bendahara resmi dari kantor lelang. Tidak melalui pihak ketiga atau orang lain,” terangnya.

“Uang jaminan itu tetap ada 20-30 persen yang diberikan kepada pejabat lelang atau bendahara, selebihnya melalui rekening penampung lelang. Dan kami tidak pernah ada yang namanya lelang tertutup. Semuanya terbuka,” tegasnya.

Untuk itu, Eko mengharapkan agar masyarakat yang mendapatkan informasi lelang seperti itu bisa lebih cermat untuk bertindak.

“Jika itu mengatasnamakan kantor lelang, silahkan hubungi call center dari KPKNL Gorontalo atau datang langsung ke kantor KPKNL Gorontalo di jalan Ahmad Nadjamudin. Dan jangan mudah tertipu, karena sekarang sudah banyak modus-modus baru dari para penipu untuk memuluskan aksinya,” tuntas Eko. (ndi/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar