Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



WASPADA! Modus Penipuan Baru, Catut Nama Kantor Lelang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Januari 2017 | 15:31 PM Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Upaya penipuan mengatasnamakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo menjadi modus baru tindak penipuan di Gorontalo.

Ya, Kamis (5/1) siang tadi hargo.co.id nyaris menjadi korban dengan modus baru tersebut. Seseorang yang mengaku kerabat dekat menelepon awak hargo.co.id untuk menawarkan barang elektronik, sepeda motor maupun mobil dengan harga yang sangat murah.

Menggunakan nomor handphone 081287703733 pria yang tak dikenal tersebut berbicara layaknya kerabat dekat.

Dengan mengaku sebagai salah satu dosen di perguruan tinggi swasta di Gorontalo pria tersebut lantas menawarkan produk yang sedang di lelang di KPKNL Gorontalo.

Pelaku cukup lihai dalam membujuk calon korban. Modusnya, menghubungi calon korban melalui sambungan telepon. Saat terhubung, pelaku langsung menyapa dengan sangat akrab tanpa menyebutkan namanya.

Pelaku biasanya bergaya seolah-olah kawan dekat yang lama tidak bertemu. Ketika calon korban bertanya nama penelepon lantaran nomornya belum tercatat, pelaku tidak menyebutkan nama.

Dia langsung mengaku sebagai kenalan yang berada di kampus swasta di Gorontalo.

Setelah itu, calon korban menyebutkan nama orang yang dikenal. Saat itulah, pelaku langsung mengiyakan seolah-olah dirinya adalah teman korban. Dengan begitu, calon korban langsung percaya bahwa pelaku benar-benar kawan lamanya.

“Kebetulan hari ini ada lelang tertutup di kantor lelang Gorontalo. Sapa tau de mau ambil barang, murah-murah lho,” ucap pria dengan nada percaya.

Tak lama kemudian pria tersebut mengirimkan sejumlah barang elektroni, berbagai jenis sepeda motor dan mobil dengan harga yang sangat jauh dari harga pasaran.

Misalnya, untuk Toyota Innova keluaran 2015, pelaku mengungkapkan bahwa harganya hanya Rp 130 juta. Jenis lainnya adalah Toyota Avanza yang dibanderol dengan harga Rp 90 juta. Bukan hanya kendaraan, pelaku juga menawarkan gadget merek terkenal. Harganya pun sangat murah ketimbang yang beredar di pasaran.

Kepada calon korban, pelaku menuturkan bahwa lelang itu dilakukan secara tertutup. Meski begitu, dia mengklaim bisa membantu agar bisa ikut lelang dengan memasukan data melalui pelaku.

Namun untuk setiap barang yang dilelang, diharuskan untuk membayar uang terlebih dahulu sebesar 30 persen dari harga barang.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar