Hargo.co.id GORONTALO – Pantai Kurinai merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol).
Kawasan pantai ini adalah di antara wisata yang paing banyak dipilih para pengunjung yang berlibur bersama keluarga saat akhir pekan.
Bahkan pada Mei 2017 depan, di Pantai Kurinai telah direncanakan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo akan dibuat pameran Expo dalam rangkaian Kirap Nusantara 2017.
Sayangnya, kawasan Wisata itu seperti tak terawat dengan baik. Banyak sampah-sampah masyarakat berserakan yang begitu merusak keindahan pantai.
Pantauan Gorontalo Post, Senin (24/4), situasi Pantai Kurinai terlihat beberapa pengunjung. Ada yang datang sendiri, ada juga yang ramai-ramai bersama keluarga.
Mereka terlihat nyaman duduk menikmati pasir putih dan indahnya pemandangan pantai. Sayangnya di hamparan pasir putih Pantai Kurinai banyak sekali sampah berserakan.
Mulai dari jenis plastik, sisa-sisa kayu, sampai pecehan botol minuman keras (Miras) yang sangat membahayakan pengunjung. Pantai ini menarik tapi tidak terawat.
Padahal untuk masuk ke kawasan itu, pengunjung selalu dimintai karcis oleh petugas pos sebesar Rp 5 ribu per orang.
Praktis hal ini mengundang sorotan dari sejumlah pengunjung. “Kalau masuk ke kawasan pantai kita dimintai bayar Rp 5 ribu.
Seharusnya ketika ini dipungut biaya harus ada perawatan, minimal soal kebersihan pantai. Tapi yang terjadi, pantai sangat kotor,” ,” keluh Hajrun Pakaya, salah satu pengunjung.
Selain itu lanjut Hajrun, kalau untuk masuk ke Pantai Kurinai dimintakan biaya seharusnya ada bukti karcis “Tapi ini tidak ada retribusi karcis,” bebernya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, penjaga loket setempat mengaku Pantai Kurinai dikelola oleh masyarakat.
Pemungutan biaya itu juga berkaitan dengan kebersihan. “Sampah yang berserakan itu baru hari ini. Nanti sampah-sampah itu akan segera kita bersihkan,” jelasnya. (tr-53)
