Elit-elit DPP Golkar yang akan maju di Munaslub akan punya jagoan di Musda. Kalau jagoannya terpilih, maka dia sudah punya modal satu suara di Munaslub.
Karena itu bukan tidak mungkin pembiayaan pencalonan ‘sang jagoan’ di Musda akan ikut ditanggung oleh pihak-pihak yang punya kepentingan di Munaslub nanti.
Selain kepentingan Munaslub, pelaksanaan Musda DPD I Golkar tentu akan punya korelasi dengan Pilgub. Mengingat Golkar dapat mengusung pasangan calon di Pilgub tanpa perlu berkoalisi.
Di Deprov Gorontalo, Golkar punya 12 kursi dari 9 kursi yang menjadi batas minimal bagi parpol atau gabungan parpol untuk dapat mengusung pasangan calon.
Karena itu siapa kader Golkar yang ingin mencalonkan diri di Pilgub maka harus merebut kursi Ketua DPD I. Pertemuan dua kepentingan di Musda DPD I Golkar yaitu kepentingan Munaslub dan kepentingan Pilgub, disinyalir menjadikan kursi Ketua DPD I menjadi sangat mahal. (rmb/hargo)
