Kepentingan PDAM, Sungai Bulota Mengering, Petani di Limboto Kesulitan Air

×

Kepentingan PDAM, Sungai Bulota Mengering, Petani di Limboto Kesulitan Air

Share this article
Ilustrasi penampungan PDAM.

hargo.co.id GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo lagi gencar-gencarnya mendorong peningkatan produksi pertanian di berbagai kecamatan.

Namun kenyataan yang bertolak dari hal itu justru terjadi di Kelurahan Hepuhulawa dan Kelurahan Dutulanaa. Para petani di dua kelurahan di Kecamatan Limboto itu terus dilanda kesulitan air.

Penyebabnya, Sungai Bulota yang sering diandalkan sudah mengering. Pemicunya lantaran sungai tersebut dibendung untuk kepentingan bak penampungan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gorontalo.

“Kami sudah berulang-ulang menyampaikan hal ini ke pemerintah. Terakhir, kami menyampaikannya ke DPRD,” ungkap Suleman, Anggota Kelompok Tani Surya Tani, Kelurahan Hepuhulawa, Limboto,Selasa (16/8).

Eman, panggilan akrab Suleman, menyebut kondisi persawahan di Hepuhulawa, Dutulanaa, dan kelurahan sekitar lainnya saat sungai Bulota belum dicut dan kemudian dijadikan sumber air PDAM.

Kala itu, petani tidak pernah mengalami kekeringan seperti yang saat ini dialami.

“Saat ini, kemarau sedikit saja pasokan airnya langsung kering. Paling banter airnya tinggal sampai di Kelurahan Hepuhulawa Atas dan sebagian Kayumerah. Padahal sebelumnya, kondisi ini tidak seperti ini,” ujar Eman.

Masih kata Eman, kondisi itu sudah dialami petani di sini sekitar tiga tahun belakangan. Paling parah dialami petani dua musim tanam rendeng belakangan.

“Alhamdulillah untuk musim tanam gaduh ini masih cukup baik. Tapi dua musim sebelumnya hampir semua gagal panen walaupun sudah dibantu alkon atau sumur suntik,” tukas Eman.

Paling parah, kata Eman lagi, kondisi itu tak jarang suka memicu konflik di antara petani. “Banyak yang saling berebut air, akhirnya ada yang sampai suka bersitegang. Bersyukur tidak sampai saling pukul,” tandas Eman.

Di tempat terpisah, upaya Gorontalo Post memperoleh konfirmasi PDAM Limboto, gagal. Dengan alasan Dirut lagi ikut ibadah Haji, tak satu pun di antara para staf bersedia memberikan konfirmasi. Hal yang sama ditunjukan Kabag Keuangan PDAM, Hamzah. Ia menolak menjawab pesan singkat yang dikirim Gorontalo Post. (dix/hargo)