Hiu Paus Datang Tak Diundang, Pergi Tak Diantar 

×

Hiu Paus Datang Tak Diundang, Pergi Tak Diantar 

Share this article

Hargo.co.id GORONTALO – BISA IYA, BISA TIDAK. Dari semua argumen tentang “minggatnya” belasan ekor hiu paus (whale shark) dari pesisir pantai Desa Botubarani, semua alasan bisa saja diterima.

Mulai dari perubahan suhu, cuaca, musim kawin, dipegang-pegang dan seterusnya, hingga, katanya, lagi pergi berlibur tujuhbelasan, hehehe.

Kemarin, Senin (22/8), memang sempat ada diskusi dengan beberapa rekan, yang katanya, menjadi pemerhati hiu paus pasca hilangnya mereka dari peraiaran Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol).

Dari sini, ada alasan lain yang mungkin bisa digarisbawahi agar hiu paus bisa lebih betah bisa saja karena masalah makanannya.

Ya, banyak yang meyakini, betahnya hiu paus di perairan Botubarani karena lokasinya dekat dengan sumber makanannya.

Dan sudah bukan rahasia lagi, makanan hiu paus Gorontalo berupa kulit udang tidak lain merupakan limbah pencucian yang sengaja dibuang. Dengan sumber makanan yang melimpah, “Munggiango Hulalo” menjadi datang walau tidak diundang.

Jadi, apa masalahnya yang sebenarnya ? Oleh warga setempat, mereka yakin hiu paus masih akan kembali lagi karena ini adalah kejadian yang berulang.

Pendapat itu sah-sah saja dan bisa saja benar. Tapi, yang bisa dibenarkan adalah makanannya yang berkurang. Saat whale shark sedang heboh-hebohnya, kulit udang pun bernilai rupiah.

Pada awalnya, ingin membeli kulit udang dengan harga Rp 10 Ribu bisa mendapatkan satu tas cicak penuh, mungkin sekitar hampir setengah kilogram.