Hargo.co.id, GORONTALO – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bekerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Inggris, menggelar dialog bertema “Pemajuan dan Diplomasi Bahasa Indonesia, Arah dan Kebijakan” Selasa (20/12/2022).
Melalui rilis yang disampaikan pada Jumat (23/12/2022), dimana acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mempromosikan dan membudayakan Bahasa Indonesia ke dunia internasional.
Dalam kegiatan itu, E. Aminuddin Aziz, selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek bersama Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan, dihadirkan sebagai narasumber.
Selain itu acara yang digelar secara hybrid ini, dipandu oleh Dorothy Ferary selaku Kepala APPBIPA Inggris serta diikuti oleh lebih dari 200 peserta luring dan daring diantaranya seperti Nottingham, Kent, Leeds, dan London. Sementara peserta daring berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat dan pengajar BIPA di Inggris dan Republik Irlandia, perwakilan APPBIPA, perwakilan dari Badan Bahasa, Kantor Bahasa Provinsi, Balai Bahasa, serta mahasiswa dan masyarakat umum.
Dalam kesempatannya, Kepala Badan Bahasa, E. Aminuddin Aziz, menjelaskan tentang peluang-peluang internasionalisasi Bahasa Indonesia dan menyebutkan berbagai program yang telah dilakukan Badan Bahasa. Program tersebut yaitu pembuatan bahan ajar BIPA serta buku-buku pendukung literasi. Salah satunya buku Antologi Cerita Anak Indonesia, yang pada kesempatan ini diberikan Kepala Badan Bahasa kepada Desra Percaya.
“Hal tersebut sebagai simbol komitmen kerja sama antara Badan Bahasa dengan KBRI London dalam pengembangan BIPA di wilayah Inggris dan Republik Irlandia,” jelas Aminuddin Aziz.
Lenjut ia juga memaparkan tentang program penugasan kepada lebih dari 300 guru BIPA di 430 lembaga. Hal ini berhasil meningkatkan jumlah pemelajar BIPA yang difasilitasi oleh Badan Bahasa, di mana dari 90.449 pemelajar di tahun 2021, naik angkanya menjadi 150.290 di tahun 2022.
Pada kesempatan yang sama dalam paparannya, Putra Nababan, menekankan bahwa selain pendekatan secara B2B (business to business) dan G2G (government to government), juga perlu pendekatan P2P (people to people) dalam mempromosikan Bahasa Indonesia.
“Oleh karena itu masyarakat luas juga perlu dilibatkan. Pengenalan Bahasa Indonesia di dunia internasional akan lebih efektif ketika semua orang bergerak bersama,” ujar Putra Nababan.
Dalam sesi tanya jawab, Richard Kuhon, selaku pegiat BIPA yang berdomisili di London menyampaikan bahwa, pemaparan para narasumber di acara tersebut sangat relevan dengan kebutuhan diaspora Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam diplomasi Bahasa Indonesia.
Dikesempatan terakhir, Baetty, selaku salah satu pengajar BIPA yang berdomisili di Nottingham menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga membuat pengajar BIPA semakin semangat untuk mengenalkan Bahasa Indonesia ke tingkat internasional.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
