Hargo.co.id, SULUT – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung bergerak cepat memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Posko Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai upaya mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan IT Bitung kepada BPBD Kabupaten Bolmong pada Jumat (5/6/2026).
Bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan operasional lapangan dan mendukung aktivitas dapur umum yang melayani warga terdampak.
Sejumlah bantuan yang disalurkan antara lain 650 liter bahan bakar Dexlite, lima unit kompor gas, lima regulator, serta lima tabung Bright Gas berkapasitas 5,5 kilogram.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran mobilisasi tim penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdul Muin Paputungan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pertamina dalam membantu proses tanggap darurat.
Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan penanganan bencana yang saat ini masih berlangsung.
Ia memastikan seluruh bantuan akan dimanfaatkan dan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Jr. Supervisor I HSSE IT Bitung, Nindya Duta Sari, mengatakan bahwa kehadiran Pertamina di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan bisnis energi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu operasional tim tanggap darurat sekaligus meringankan beban warga terdampak banjir bandang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan lembaga penanggulangan bencana menjadi faktor penting
dalam mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Pertamina berupaya hadir dengan memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui kolaborasi bersama BPBD, kami berharap proses penanganan darurat dapat berjalan lebih efektif
sehingga masyarakat bisa segera kembali beraktivitas seperti sedia kala,” kata Lilik.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang terus dijalankan untuk mendukung ketahanan masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat.
Selain membantu penanganan bencana, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan
melalui penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.
Melalui dukungan yang diberikan, Pertamina berharap proses pemulihan di Kabupaten Bolaang Mongondow dapat berlangsung lebih cepat
sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.(Rls)












