Kab. Boalemo

Anak Enggan Sekolah, Wabup Lahmuddin Minta Aparat Desa Jangan Tinggal Diam

×

Anak Enggan Sekolah, Wabup Lahmuddin Minta Aparat Desa Jangan Tinggal Diam

Sebarkan artikel ini
Anak Enggan Sekolah, Wabup Lahmuddin Minta Aparat Desa Jangan Tinggal Diam
Wabup Boalemo, Lahmuddin Hambali.

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya Pemerintah Kabupaten Boalemo menjaring calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71 tidak hanya menemukan persoalan ekonomi sebagai penyebab anak putus sekolah. Di lapangan, pemerintah juga menghadapi tantangan lain yang tak kalah besar, yakni rendahnya kesadaran pendidikan dalam lingkungan keluarga.

Berita Terkait:  Hadiri Rapat Konsolidasi APKASI, Bupati Rum Suarakan Anggaran Beasiswa Bagi Siswa dan Mahasiswa

Fakta tersebut terungkap saat Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, melakukan penjangkauan calon siswa di Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi, Kamis (4/6/2026).

Dalam kunjungan itu, ia mendapati seorang anak yang tidak lagi bersekolah karena memilih berhenti melanjutkan pendidikan, sementara orang tua hanya menerima keputusan tersebut tanpa upaya lebih lanjut untuk mendorong anak kembali belajar.

Berita Terkait:  Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Dimulai di Boalemo

Menurut Lahmuddin Hambali, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah tidak selalu dipicu keterbatasan biaya.

Kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan juga menjadi faktor yang menyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Terima Hibah Infrastruktur BMN dari Kementerian PUPR dan BPJN

“Kadang orang tua sudah menyerah ketika anak mengatakan tidak mau sekolah lagi. Padahal, anak-anak pada usia tersebut masih membutuhkan arahan dan motivasi dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya saat memberikan arahan kepada aparat desa se-Kecamatan Dulupi.

Lahmuddin Hambali meminta pemerintah desa tidak sekadar mendata calon penerima manfaat program Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Berita Terkait:  Tinjau Pembangunan Videotron, Bupati Rum: Bisa Tambah Nilai Estetika Wajah Ibu Kota

Ia menegaskan bahwa aparat desa harus mengambil peran lebih aktif dengan mendatangi keluarga yang memiliki anak putus sekolah, memberikan pemahaman, sekaligus membantu meyakinkan mereka agar bersedia kembali mengenyam pendidikan.

Menurutnya, banyak keluarga sebenarnya memiliki keinginan agar anaknya memperoleh pendidikan yang layak,
Berita Terkait:  Rum Pagau Minta Orang Tua dan Guru Perketat Pengawasan Anak dari Ancaman Radikalisme Digital

namun belum memiliki kemampuan untuk membangun motivasi dan kesadaran belajar dalam diri anak.

“Aparat desa harus hadir membantu masyarakat. Jangan berhenti ketika mendengar alasan anak tidak mau sekolah. Berikan pendampingan kepada keluarga dan yakinkan mereka bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang harus diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Berita Terkait:  Bupati Boalemo Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi Nasional

Lahmuddin Hambali juga menekankan bahwa Program Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi peluang besar

bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan dukungan fasilitas yang memadai.

Berita Terkait:  Wabup Boalemo Apresiasi Kepedulian Rusli Habibie dan Idah Syahidah ke Warga

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus turun langsung ke desa-desa guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan.

Ia berharap seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, pendamping sosial, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri,

Berita Terkait:  Ketahuan Bahugel dengan Sang Pujaan Hati, Oknum ASN di Pohuwato Dilaporkan ke BKPSDM

dapat bergandengan tangan membantu menemukan sekaligus membujuk anak-anak yang telah putus sekolah

agar kembali melanjutkan pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat Unggul Terintegrasi.

Berita Terkait:  Kolaborasi ASN Boalemo dan BAZNAS Tingkatkan Manfaat Zakat untuk Masyarakat

Penjangkauan yang dilakukan di Desa Tangga Jaya merupakan bagian dari langkah aktif Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memastikan

program tersebut benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan rentan yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan.

Berita Terkait:  Dikbud Boalemo Seleksi Calon Kepsek, Rum: Yang Terpilih Sesuai Penilaian Karakter dan Kompetensi

Dengan pendekatan langsung kepada keluarga, pemerintah berharap

semakin banyak anak dapat kembali ke bangku sekolah dan memperoleh kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.(Rls) 

Berita Terkait:  Rum Pagau Minta Orang Tua dan Guru Perketat Pengawasan Anak dari Ancaman Radikalisme Digital