Kabar Nusantara

Menkes RI: Bukan Hanya RS, Puskesmas Juga Harus Diperhatikan

×

Menkes RI: Bukan Hanya RS, Puskesmas Juga Harus Diperhatikan

Share this article
Menkes RI_ Bukan Hanya RS, Puskesmas Juga Harus Diperhatikan
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin saat menjadi narasumber pada talkshow Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Gorontalo Tahun 2024 di Hotel Aston, Jumat (24/5/2024). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Selain mengurusi rumah sakit (RS), Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menyarankan agar pemerintah daerah Gorontalo juga memperhatikan puskesmas dan posyandu.

Berita Terkait:  Jelang HUT ke-72, Humas Polda Gorontalo Gelar Penanaman Pohon di Bone Bolango

Hal tersebut disampaikan Budi saat menjadi narasumber pada talkshow Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2024 di Hotel Aston, Jumat (24/5/2024).

Menurutnya, strategi kesehatan itu bukan menunggu mengobati orang sakit, namun menjaga agar orang tetap sehat.

Berita Terkait:  Biro Logistik Polda - Pertamina Gorontalo Gelar Rapat Evaluasi Pelayanan BBM

“Artinya, Gubernur sama pak sekda jangan hanya ngurusin rumah sakit. Keliatan bukti nyata nih harus ngurusin pukesmas sama posyandu, harus sama banyaknya atau lebih banyak dari pada rumah sakit,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Menkes juga mendorong agar pemerintah daerah menerapkan strategi kesehatan dengan menyarankan rumah sakit untuk membina semua puskesmas.

Berita Terkait:  Program Polwan Goes To School Ajak Pelajar Berperan Aktif Jaga Kamtibmas

Menurutnya, Puskesmas harus mendorong masyaraka untuk dibiasakan hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit kronis.

Budi mencontohkan, Kementerian Kesehatan sudah harus bekerja dimulai sejak anak berusia minus sembilan bulan.

Berita Terkait:  Ini Daftar Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Sebab, kata dia, perlunya menjaga kesehatan anak dalam usia tersebut merupakan strategi dalam mencegah stunting.

“Inilah kenapa peran puskesmas dan posyandu menjadi garda pertama untuk pelayanan kesehatan pada masyarakat. Makanya kita ngurusin promotif dan preventif bukan cuma kurativ saja,” terangnya.

Berita Terkait:  Wahyu Dhyatmika dan Maryadi Terpilih Pimpin AMSI Periode 2023-2027

“Mengubah paradigma ini berat, makanya kadang Menkes diomelin karena kita strategisnya

menjaga tetap sehat, posyandu dan puskesmas harus lebih kuat,” imbuhnya.

Saat diskusi berlangsung, Kabid Yankes dan STK Dikes Gorontalo Utara Fahria menyampaikan telah menerima banyak keluhan dari puskesmas yang ada di daerahnya.

Berita Terkait:  Masjid Sabilurrasyad UNG Siap Salurkan Bantuan Kurban Presiden ke Warga

Salah satunya kekurangan tenaga kerja medis khususnya dokter yang mungkin saja

tidak hanya dirasakan oleh 15 puskesmas di Gorut, namun juga 96 puskesmas yang ada di Provinsi Gorontalo.

Menanggapi hal tersebut, Menkes Budi meminta bantuan kepada komunitas publik dan masyarakat secara terbuka bahwa Indonesia kekurangan dokter.

Berita Terkait:  Tragedi Mutilasi di Sleman: Potongan Tubuh Korban Ditemukan di Sungai Bedog

Padahal, kata Budi, Indonesia punya beasiswa kedokteran 2.000 kuota setiap tahun,

namun kuota yang terpakai hanya 800 karena kurangnya tempat atau universitas dengan fakultas kedokteran.(Rilis)