Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan membuka pos pengaduan bagi korban longsor tambang Suwawa yang belum ditemukan.
Pembukaan posko tersebut dilakukan, menyusul dihentikannya operasi SAR terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan hingga masyarakat untuk mencari korban tanah longsor di tambang Suwawa pada hari ini, Sabtu (13/7/2024).
Bupati Merlan S. Uloli mengatakan, pembukaan posko ini sebagai SOP yang akan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bagi keluarga korban yang belum ditemukan.
“Kita juga akan membentuk posko pengaduan di BPBD. Kami berharap persoalan ini akan masuk pada fase yang berikut dengan menyiapkan SOP bagi korban yang belum ditemukan,” kata Bupati Merlan S. Uloli saat diwawancarai usai rapat evaluasi akhir Operasi SAR Terpadu pencarian korban longsor di wilayah tambang Suwawa, Jumat (12/7/2024).
Atas nama pemerintah daerah dirinya pun memohon maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama operasi pencarian dilakukan.
Ia menyebutkan kejadian ini menjadi pengalaman pertama baginya selama memimpin Bone Bolango dan akan menjadi bahan pelajaran kedepannya.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat, pak Kapolda, pak Danrem, pak Kepala Kantor SAR dan tim yang terlibat
pada pencarian dan evakuasi sejak hari pertama, karena saat kejadian kami tidak ada di tempat. Saat itu, kami menerima undangan dari BPK RI bersama Presiden dan baru bisa hadir pada hari Selasa kemarin,” ujarnya.
Sebagai kepala daerah dirinya akan bertanggung jawab atas kejadian ini dan secara perlahan akan mengurai segala permasalahan agar kedepan akan ada perbaikan atas kesalahan yang terjadi.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari posko SAR terpadu, total korban dalam musibah tanah longsor ini, mencapai 325 orang. Rinciannya, korban meninggal dunia 26 orang, masih dalam pencarian 19 orang dan yang selamat sebanyak 280 orang.(Rls)












