Kab. Bone Bolango

Remaja Huntu Selatan Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Pernikahan Dini

×

Remaja Huntu Selatan Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Pernikahan Dini

Share this article
Remaja Huntu Selatan Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Pernikahan Dini
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, P3APPKB Kabupaten Bone Bolango, Oktaviani Helingo saat menyampaikan materi dalam penyuluhan pencegahan pernikahan dini di Aula Kantor Desa Huntu Selatan.

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya menekan angka pernikahan usia anak terus digencarkan Pemerintah Desa Huntu Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango.

Berita Terkait:  Demo di DPRD Provinsi Gorontalo, Penambang di Dampingi Langsung Bupati Ismet

Salah satunya melalui penyuluhan pencegahan pernikahan dini yang digelar di aula kantor desa, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan desa dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap risiko pernikahan dini, sekaligus mendorong lahirnya remaja yang lebih siap secara pendidikan, mental, dan sosial.

Berita Terkait:  Budiyanto: Sekolah RAIS, Solusi untuk Menghadapi Tantangan Pendidikan Saat Ini

Kepala Desa Huntu Selatan, Yasin Jabi, mengungkapkan bahwa program tersebut telah dirancang sejak tahun sebelumnya dan dibiayai melalui Dana Desa.

Penyuluhan ini juga merupakan bagian dari komitmen desa dalam mendukung program Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak (DRPPA).

Berita Terkait:  Pemkab Bone Bolango Usulkan Perbaikan Ruas Jalan Kabila-Tulabolo ke Pemprov

“Program ini sudah kami siapkan sejak tahun lalu. Apalagi sebelumnya sempat ada kasus pernikahan dini, bahkan tahun ini masih ada satu kasus yang berproses di pengadilan,” ujar Yasin.

Ia menjelaskan, penyuluhan dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari pihak kepolisian, tenaga kesehatan, hingga unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Berita Terkait:  Warga Miskin Tak Terima PKH dan BPNT, Merlan: Akan Kami Perjuangkan

Sasaran kegiatan tidak hanya remaja, tetapi juga orang tua, meski partisipasi orang tua dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Fokus utama kami adalah memberikan pemahaman kepada remaja tentang dampak pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan reproduksi maupun konsekuensi sosialnya,” tambahnya.
Berita Terkait:  10 Pesan Penting Merlan saat Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-21 Bone Bolango

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone Bolango, Oktaviani Helingo, menegaskan pentingnya peran remaja sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Ia mendorong generasi muda untuk berani menolak pernikahan di usia anak dan lebih mengutamakan pendidikan serta pengembangan diri.

Berita Terkait:  Merlan: Dana Desa Harus Dikelola Secara Optimal

“Remaja harus menjadi pelopor dan pelapor. Pelopor untuk tidak terlibat dalam pernikahan dini, dan pelapor jika menemukan adanya kekerasan atau pemaksaan pernikahan,” tegas Oktaviani.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik pemaksaan pernikahan oleh orang tua masih ditemukan di sejumlah kasus.

Berita Terkait:  Harkitnas 2024: Merlan Harap Perjuangan Pahlawan jadi Motivasi Bagi ASN

Oleh karena itu, keberanian remaja untuk melapor dinilai penting agar dapat segera ditindaklanjuti melalui pendampingan yang tepat.

Oktaviani turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Huntu Selatan yang tetap mengalokasikan anggaran untuk kegiatan edukatif di tengah keterbatasan.

Berita Terkait:  Kemendagri Terbitkan SK Bupati Definitif Merlan, Pekan Depan Dilantik Penjagub

Desa ini disebut sebagai salah satu dari 49 desa dampingan program DRPPA yang aktif dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

“Yang terpenting bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagaimana edukasi ini mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Auditorium Bone Pesisir Mulai Dioperasikan, Bisa Ngurus Perizinan dan Dokumen Kependudukan

Melalui penyuluhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja yang semakin meningkat,

sehingga kasus pernikahan dini di Desa Huntu Selatan dapat ditekan bahkan dicegah sepenuhnya di masa mendatang. (Mg-08)

Berita Terkait:  Pimpin Apel Awal Pekan, Merlan Pamitan ke ASN