Legislatif

Fitri Kesal, Potensi PAD Sektor Peternakan Gorut Tak Dikelola dengan Baik

×

Fitri Kesal, Potensi PAD Sektor Peternakan Gorut Tak Dikelola dengan Baik

Share this article
Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Gorut_ Banyak Pipa yang Sudah Uzur dan Karatan - PAD
Aleg DPRD Gorut, Fitri Yusup Husain.

Hargo.co.id, GORONTALO – Aleg PKS, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Fitri Yusup Husain menyayangkan atas tidak maksimalnya pegelolaan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor peternakan.

Berita Terkait:  Cegah Hoaks dan Misinformasi, Rina: Rakyat Harus Cerdas Cari Info Pembanding

Dalam perbincangannya dengan awak media ini, Fitri yang baru saja selesai melaksanakan rapat evaluasi bersama dengan Komisi II DPRD Gorut mengatakan, untuk PAD yang bersumber dari peternakan sampai saat ini baru mencapai Rp. 200 ribu.

“Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kondisi yang kita lihat di lapangan. Gorut memiliki tempat untuk perdagangan hewan, bukan saja perdagangan tradisional, namun lebih dari itu,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Bahas Agenda Induk, Hari Ini Banmus DPRD Gorut Gelar Rapat

Apa yang dikatakan oleh Fitri tersebut memang tidak salah, karena dari pantauan awak media ini, di Kecamatan Kwandang saja, terdapat beberapa lokasi entah itu peternakan atau karantina sapi, seperti yang ada di Desa Leboto yang dari baunya saja sudah dapat diketahui.

Tak hanya itu, ada juga yang berada di Desa Cisadane. Hal tersebut menandakan bahwa ada aktivitas jual beli sapi berskala menengah ke atas.

Berita Terkait:  Jayusdi: Kebijakan Retribusi TPA Talumelito Tak Masuk Akal

Lanjut dikatakan Fitri, pengiriman sapi ke luar pulau, seperti ke Kalimantan itu terjadi di Gorut.

“Hanya saja, dari aktivitas ini, daerah tidak memperoleh apapun. Padahal, lokasinya di Gorut,” tegas Fitri.

Berita Terkait:  Merasa di Fitnah, Aleg Gerindra Bakal Tempuh Jalur Hukum

Selain pengiriman, Gorut juga ungkap Fitri, menjadi lokasi karantina.

“Di daerah lain, dari aktivitas perdagangan sapi ini, ada retribusi yang masuk ke daerah untuk PAD, belum lagi untuk TKBM melalui koperasi yang dikelola,” jelasnya.

Berita Terkait:  Deasy: Potensi Daerah Besar, Pengelolaan Minim

Harusnya, lanjut Fitri, daerah peka terhadap segala bentuk potensi yang dapat menghasilkan PAD. Jika seperti ini kata Fitri, selamanya Gorut akan kelimpungan terhadap persoalan anggaran.

“Kenapa? karena ada potensi yang hanya dibiarkan begitu saja, tidak direspon. Yang ada hanya keluhan. Ketika semua potensi direspon secara prosedural dan disosialisasikan, tentu ini akan baik bagi daerah juga,” tandasnya.(Alosius) 

Berita Terkait:  Dheninda Chaerunnisa, Aleg DPRD Gorut Termuda Punya Cita-cita jadi Bupati