GorontaloKab. Gorontalo

Festival Apangi di Desa Molowahu: Merawat Tradisi dan Gerakkan UMKM

×

Festival Apangi di Desa Molowahu: Merawat Tradisi dan Gerakkan UMKM

Share this article
Festival Apangi di Desa Molowahu_ Merawat Tradisi dan Gerakkan UMKM
Kepala Disdukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Gorontalo, Reflin Buata tengah bersama Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome pada kegiatan Festival Apangi di Desa Molowahu, Sabtu (12/7/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Semarak tradisi lokal kembali menggema di Dusun Bulungguhe 2, Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dengan adanya Festival Apangi ke-V.

Berita Terkait:  Sebulan Pasca PENAS XVII, Gorontalo Malah Catat Harga Beras dan Minyak Goreng Tertinggi Nasional

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 H menjadi momen berharga untuk merayakan kearifan lokal sekaligus mengangkat potensi ekonomi masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Khairaat pada Sabtu (12/7/2025). Turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome dan unsur Pemerintah Kecamatan Tibawa, serta tokoh masyarakat setempat.

Berita Terkait:  UMKM di Gorut dapat Bantuan Modal Usaha dari Pemprov, Nilainya Capai Rp. 221 Juta

Ketua panitia Festival Apangi, Herman Dako, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Desa Molowahu dalam menyambut tahun baru Islam.

Dalam pelaksanaannya, kata Herman, warga membagikan secara gratis kue Apangi kepada pengunjung.

Berita Terkait:  Sejumlah Ketua PKK Kecamatan di Kabgor Resmi Dikukuhkan

“Kue apangi yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat bukan sekadar makanan,

tetapi simbol dari nilai-nilai kesucian, pengorbanan, rasa syukur, dan solidaritas sosial,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Apresiasi Pelaksanaan Sosialisasi Assesment Center Polri

Selain tradisi kuliner, festival ini juga diramaikan dengan kompetisi seni bertema budaya, yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.

Sementara itu, Haris Tome, turut menyampaikan makna simbolik kue apangi secara mendalam.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Gelar Rakor dan Sinkronisasi Program Bidang PUPR

Ia menekankan bahwa festival ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan pengorbanan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Kue apangi yang berwarna putih melambangkan kesucian hati dan kesederhanaan hidup masyarakat Gorontalo. Siraman gula merah di atasnya menggambarkan manisnya pengorbanan dalam menegakkan nilai-nilai agama. Pembagian kue secara gratis di momen 10 Muharam menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan hidup,” ujarnya.

Berita Terkait:  Menhub RI Sambangi Gorontalo, Gusnar Perkuat Usulan Embarkasi Haji Penuh

Di tempat yang sama, Reflin Buata, menegaskan bahwa festival semacam ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.

Festival Apangi ini akan menjadi agenda tahunan yang didukung langsung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Ini juga sejalan dengan visi misi Provinsi Gorontalo untuk mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait:  Jadi Rangkaian Peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, GHM 2025 Sukses Digelar

Reflin juga menyinggung program nasional dan daerah yang mendukung kesejahteraan desa,

seperti fasilitasi Bumdes dan Kopdes melalui APBDes dengan alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan.

Berita Terkait:  Muhammadiyah Konsisten Bangun Peradaban dan SDM

Ia berharap festival seperti ini menjadi salah satu media yang efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal,

khususnya para pelaku UMKM dan penjual kue tradisional.

Berita Terkait:  Berkinerja Baik Kendalikan Inflasi, TPID Provinsi Gorontalo Dianugerahi Penghargaan

Di akhir sambutan, Reflin Buata berharap kegiatan ini terus menjadi warisan budaya yang membanggakan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Mg-05/Mg-06/Mg-08/Mg-10)