Hargo.co.id, GORONTALO – Semarak tradisi lokal kembali menggema di Dusun Bulungguhe 2, Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dengan adanya Festival Apangi ke-V.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharam 1447 H menjadi momen berharga untuk merayakan kearifan lokal sekaligus mengangkat potensi ekonomi masyarakat.
Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Khairaat pada Sabtu (12/7/2025). Turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome dan unsur Pemerintah Kecamatan Tibawa, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua panitia Festival Apangi, Herman Dako, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Desa Molowahu dalam menyambut tahun baru Islam.
Dalam pelaksanaannya, kata Herman, warga membagikan secara gratis kue Apangi kepada pengunjung.
“Kue apangi yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat bukan sekadar makanan,
tetapi simbol dari nilai-nilai kesucian, pengorbanan, rasa syukur, dan solidaritas sosial,” ungkapnya.
Selain tradisi kuliner, festival ini juga diramaikan dengan kompetisi seni bertema budaya, yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
Sementara itu, Haris Tome, turut menyampaikan makna simbolik kue apangi secara mendalam.
Ia menekankan bahwa festival ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan pengorbanan dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Kue apangi yang berwarna putih melambangkan kesucian hati dan kesederhanaan hidup masyarakat Gorontalo. Siraman gula merah di atasnya menggambarkan manisnya pengorbanan dalam menegakkan nilai-nilai agama. Pembagian kue secara gratis di momen 10 Muharam menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan hidup,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Reflin Buata, menegaskan bahwa festival semacam ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.
“Festival Apangi ini akan menjadi agenda tahunan yang didukung langsung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Ini juga sejalan dengan visi misi Provinsi Gorontalo untuk mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Reflin juga menyinggung program nasional dan daerah yang mendukung kesejahteraan desa,
seperti fasilitasi Bumdes dan Kopdes melalui APBDes dengan alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan.
Ia berharap festival seperti ini menjadi salah satu media yang efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal,
khususnya para pelaku UMKM dan penjual kue tradisional.
Di akhir sambutan, Reflin Buata berharap kegiatan ini terus menjadi warisan budaya yang membanggakan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Mg-05/Mg-06/Mg-08/Mg-10)












