Hargo.co.id, GORONTALO – 1.000 pengemudi ojek online (Ojol) menyeruduk Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo.
Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi demo, melainkan membeli bahan pokok di pasar murah yang digelar oleh Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Kamis (18/9/2025).
Menurut Ketua Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Provinsi Gorontalo, Yasin Abdullah, program pasar murah sangat membantu pengemudi Ojol.
“Ya, sangat membantu kami pengemudi Ojol. Pasar murah ini juga sudah lama kami nanti-natikan, karena selama ini hanya ditujukan kepada masyarakat umum,” kata Yasin.
Untuk itu, dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Gorontalo, khususnya untuk Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail yang tidak lupa dengan pengemudi Ojol.
“Kami harap kegiatan semacam ini dilaksanakan di daerah lain juga. Seperti di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan daerah lainnya,” harap Yasin.
Sementara itu, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada pengemudi Ojol lantaran baru bisa melaksanakan pasar murah untuk mereka.
“Kami baru bisa memenuhi keinginan teman-teman Ojol terkait pelaksanaan pasar murah ini, karena kami harus menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu. Administrasi bagi pemerintah sangatlah penting. Jika tidak dipenuhi maka kami dianggap membuat kesalahan,” kata Gusnar Ismail.
Dia juga memohonkan maaf karena pasar murah yang dilaksanakan belum bisa menjangkau seluruh pengemudi Ojol.
“Insya Allah yang akan datang lebih banyak yang dapat. Kita akan lakukan ini, secara berkelanjutan,” sambung Gubernur Gusnar.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Gusnar juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mencermati kondisi lapangan, khususnya bahan pokok. Sebab, dia bilang, harga bahan pokok sangat mempengaruhi kondisi masyarakat.
Adapun bahan pokok yang dijual di pasar murah tersebut. Diantaranya, telur, beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan lain sebagainya.
Untuk harganya, kata Gubernur Gusnar, tentu lebih murah dari harga yang ada di pasaran.
“Total yang tersedia 1.000 paket. Setiap paket harganya Rp 50.000. Kalau di pasar harganya Rp., 180.000. Untuk selisihnya itu, kami yang tanggung,” ungkap Gubernur Gusnar.(Ndi)












