Hargo.co.id, GORONTALO – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah pabrik tahu yang beroperasi di kawasan Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Rabu (29/7/2026).
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan warga terkait dugaan pencemaran udara yang berasal dari aktivitas pembakaran di pabrik tersebut.
Keluhan itu mencuat setelah seorang anak berusia 8 tahun 4 bulan, Alnaira Amaturi, harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Toto Kabila akibat mengalami demam tinggi, batuk, muntah, hingga sesak napas.
Dalam sidak itu, tim yang terdiri dari unsur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),
Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas produksi pabrik.
Pemeriksaan meliputi tungku pembakaran, cerobong asap, hingga sistem pengelolaan limbah.
Pemilik pabrik, Yayan Nanue, menjelaskan bahwa sisa arang hasil pembakaran kayu selama ini rutin dibersihkan setiap hari dan diangkut menggunakan mobil pikap untuk dibuang.
Ia juga menyatakan kesiapannya menindaklanjuti rekomendasi dari instansi terkait.
“Untuk limbah pabrik, kami akan menambah bak penampungan sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan,” ujar Yayan.
Selain melakukan pemeriksaan di lokasi pabrik, tim dari Dinas Kesehatan turut mendatangi korban
guna melakukan penelusuran dan pengumpulan informasi terkait kondisi kesehatan yang dialami anak tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, hasil resmi sidak belum diumumkan. Kepala DPMPTSP Bone Bolango, Dian Susilo, yang dikonfirmasi terkait temuan dan tindak lanjut dari inspeksi tersebut, belum memberikan keterangan. (Roy)












