Hargo.co.id, SULTENG – Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi Tengah serta wilayah sekitarnya tetap berjalan normal setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (15/8/2026) malam.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,2 dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan hingga Ahad (16/8/2026), tidak terdapat gangguan terhadap operasional penyaluran energi akibat gempa tersebut.
“Pasca gempa bumi di wilayah Parigi Moutong, kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi operasional dan sarana penyaluran energi. Sampai saat ini, operasional penyaluran BBM maupun LPG tetap berjalan aman dan tidak terdampak,” kata Lilik.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh fasilitas dan sarana pendukung distribusi energi berada dalam kondisi aman.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan petugas operasional di lapangan dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran pasokan kepada masyarakat.
Lilik menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas operasional, terlebih di tengah potensi terjadinya gempa susulan.
“Kami terus memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional. Monitoring akan tetap dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan, termasuk apabila terdapat gempa susulan,” ujarnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun melakukan pembelian BBM dan LPG secara berlebihan. Kebutuhan energi masyarakat dipastikan tetap dilayani selama kondisi operasional berjalan normal.
Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi terkait gempa bumi maupun potensi gempa susulan melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.(Rls)












