Begini Kronologi Pembunuhan Leato

×

Begini Kronologi Pembunuhan Leato

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pembunuhan di Leato Selatan, Senin (12/12).

GORONTALO, Hargo.co.id – Simon Makale warga Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo menjadi korban naas setelah mengkomsumsi Minuman Keras (MIRAS).

Nyawanya harus melayang di hari kelahiran Nabi Muhamad SAW, Senin (12/12) dini hari.

Insiden penikaman itu terjadi sekira pukul 04.00 Wita. Bermula ketika Simon bersama empat rekannya berpesta miras di sebuah gang dekat tempat tinggalnya sekira pukul 23.00 wita.

Saat waktu waktu mulai beranjak pagi yakni sekira pukul 02.00 wita. Dua rekan Simon yang lain sudah kembali ke rumah mereka masing-masing yang tak jauh dari lokasi pesta miras.

Ditempat itu tinggalah Simon dan Idris Djafar yang masih bertahan menghabiskan Miras yang tinggal 1 botol lagi dengan cara bergiliran.

Saat memasuki pukul 04.00 wita, Simon yang sudah mabuk berat, hendak pulang ke rumah tantenya.

Baru beberapa langkah kaki menuju tempat tinggalnya, Simon dan Idris mendengar suara sepeda motor melintas dari arah Kota Gorontalo menuju arah Botutonuo.

Karena pengendara sepeda motor diduga melakukan ekstra gas dengan menggunakan knal pot racing. Maka secara spontanitas Simon yang sudah dipengaruhi Miras berteriak menegur pengendara motor Yamaha Mio warna merah itu sembari mengeluarkan kata “Woi”.

Mungkin karena tak terima dengan teriakan itu, pengendara motor yang belakangan diketahui bernama Dedi berboncengan dengan dua rekannya berbalik arah menuju ke arah Simon.

Korban Simon ketika berada di Rumah Sakit Aloe Saboe untuk dilakukan otopsi. (foto Jalal Khan/Gorontalo Post)

Namun, saat itu yang turun dari motor hanya Dedi, sementara dua rekannya ARH (16) alias Adi dan ARS (16) alias Rafi hanya memilih berada diatas motor saja.

Tanpa basa-basi Dedi yang telah mengeluarkan senjata tajam (Sajam) miliknnya jenis badik yang terselip di pinggangnya langsung membacok Simon di bagian kepala hingga dua kali.