GORUTÂ Hargo.co.id – Geliat politik Pilkada Gorut terus bergerak, seiring berjalannya waktu. Berbagai gerakan terus dilakukan sejumlah kandidat, termasuk partai politik yang memiliki kepentingan besar pada pesta demokrasi yang akan dihelat 2018 mendatang. Gestur politik juga mulai tersingkap, termasuk adanya tiga gerbong besar koalisi Parpol yang mulai membayang.
Gerbong pertama adalah Partai Golkar. Secara kuantitatif, dengan perolehan 5 kursi di Parlemen Pantura, Golkar dapat memenuhi syarat pencalonan. Meski demikian, untuk memperkuat upaya pemenangan, perlu koalisi dengan partai lain. Sejauh ini, ada asumsi berkembang, koalisi Golkar-Demokrat yang berhasil memenangkan Pilgub Gorontalo potensial berlanjut di Pilkada Gorut.
Dengan perolehan tiga kursi di DPRD Gorut, Demokrat bisa menjadi mesin produktif memenangkan kandidat yang diusung bersama Golkar. Komposisi koalisi ini cukup tangguh. Karena Golkar maupun Demokrat memiliki basis massa masing-masing mulai dari Atinggola hingga Tolinggula.
Selanjutnya gerbong Partai Amanat Nasional (PAN). Sama dengan Golkar, dengan modal 5 kursi di DPRD, PAN bisa mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati. Tentu pula, koalisi Parpol perlu dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pemenangan. Seperti yang dikatakan Ketua Fraksi PAN DPRD Gorut Saiful Karim, PAN akan tetap berkoaliasi di Pilkada mendatang.
Partai mitra koalisi nanti tentu adalah partai yang memiliki visi sama soal pembangunan di daerah. Sejauh ini PAN dikenal partai yang dekat dengan semua partai di Gorut. “Kami masih terus lakukan identifikasi dan komunikasi lintas partai,†jelas Saiful.
Ada beberapa partai yang potensial menjadi mitra koalisi PAN, seperti Hanura serta beberapa partai lainnya yang memiliki kursi di DPRD Gorut. Potensi koalisi PAN-Hanura terbuka lebar karena memiliki kedekatan emosional antara pengurus HANURA dan PAN di Gorut. Namun tentu itu tidak jadi ukuran paten. Karena banyak variabel dalam menentukan partner koalisi.
Terakhir adalah gerbong PDIP dibawah nahkoda Djafar Ismail. PDIP bahkan disebut-sebut menjadi king maker di Pilkada mendatang. Seperti halnya saat memenangkan paket Indra Yasin-Roni Imran di Pilkada 2013 lalu, peran PDIP dalam menggalang koalisi akbar sukses membawa paket ini menang.
