Hargo.co.id GORONTALO- Sebagai jantung Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo tentu menjadi acuan dalam penerapan kebersihan lingkungan. Hal ini tentu disadari oleh Pemerintah Kota Gorontalo, sehingga berbagai kebijakan dalam menerapkan program kebersihan terus dilakukan.
Belakangan, pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali menempuh inovasi dengan menerapkan Bak Sampah Tiga Warna di perkantoran dan tempat umum yang ada di Kota Gorontalo. Sayangnya penampatan bak sampah ini belum merata di semua kelurahan yang ada di Kota Gorontalo.
Pantauan Gorontalo Post, sejak lebih dari dua bulan terakhir, bak sampah tiga warna terlihat menghiasi perkantoran dan beberapa kawasan permukiman warga di sejumlah kelurahan di Kota Gorontalo.
Sayangnya, dari pantauan yang ada, belum semua lokasi strategis yang memiliki bak sampah tiga warna tersebut. Padahal, jika melihat sepintas, selain memiliki fungsi pemeriharaan kebersihan, keberadaan bak sampah tiga warna yang berlabel logo Kota Gorontalo ini memiliki nilai estetika sehingga sangat layak diterapkan di Kota Gorontalo.
Tidak hanya bak sampah tiga warna saja yang penempatannya belum merata, melainkan bak sampah permanen yang terbuat dari beton juga hanya di sejumlah kelurahan tertentu saja.
Di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana yang penduduknya cukup banyak sama sekali tidak memiliki bak sampah. Warga setempat hanya membuang sampah di saluran air atau kali yang berdekatan dengan permukiman warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zunaidi Kiayi Demak yang dikonfirmasi belum lama ini, menuturkan, tempat sampah tiga warna adalah sebuah inovasi yang dilakukan untuk menjaga budaya bersih di Kota Gorontalo.
“Ini bertujuan untuk pemilahan jenis sampah, berupa sampah organik, non organik maupun pecahan kaca.” Kata Zunaidi.
Menurutnya tempat sampah tiga warna diwajibkan di seluruh perkantoran baik milik pemerintah maupun swasta yang ada di Kota Gorontalo termasuk pemerintah kecamatan dan kelurahan se Kota Gorontalo, serta tempat tempat umum yang ada di Kota Gorontalo.
Inovasi ini kata Zunaidi dimaksudkan untuk memberikan nilai seni dalam menciptakan kebersihan di Kota Gorontalo.
” Untuk Kecamatan dan kelurahan, selain ditempatkan di lokasi kentor masing masing, juga ada spot atau lokasi pemukiman penduduk yang strategis hingga butuh tempat sampah seperti ini,” kata Zunaidi.
Pola hidup bebas sampah, ke depan kata Zunaidi akan diupayakan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehingga dengan adanya pemilahan sampah sepertinini, diharapkan selain menciptakan lingkungan yang bebas sampah, juga dan tentunya memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi , karena diantara jenis sampah tersebut, ada sampah yang bernilai ekonomis,.” Ujarnya.
Lebih lanjut Zunaidi menuturkan, ke depan setelah program ini maksimal, maka pihaknya akan memberlakukan reward dan phunishmat bagi instansi yang sungguh sungguh dan kurang sungguh sungguh dalam memanfaatkan bak sampah ini. “Tapi untuk sementara ini, kita maksimalkan dulu,” ujarnya. (gip/hg)
