hargo.co.id – Siapa nih sahabat Zetizen yang tidak mengingingkan sesuatu yang tidak baik untuk negara kita tercinta? tentu semuanya ingin yang terbaik bukan?
dan para sahabat Zetizen tentu tau bukan, bahwa asupan semangat, motivasi dan pengetahuan yang luas dapat menjadi bekal sekaligus modal bagi sahabat Zetizen untuk berproses, tertutama bagi adik-adik sahabat Zetizen yang masih duduk di Sekolah Dasar.
Nah, berangkat dari hal tersebut, maka hadirlah Kelas Inspirasi. Sahabat Zetizen sudah ada yang pada tahu belum apa itu Kelas Inspirasi?
Jadi, Kelas Inspirasi merupakan wadah yang memberikan kesempatan kepada para profesional dari berbagai sektor untuk ikut mendampingi proses bertumbuhnya adik-adik sahabat Zetizen, khususnya dalam segi Pendidikan.
Kelas Inspirasi sendiri diadakan pada tanggal 25 April 2017, yang sekaligus ditetapkan sebagai Hari Inspirasi. Hal ini karena bertepatan dengan hari pertama kalinya Kelas Inspirasi diselenggarakan di Indonesia, yakni di Jakarta.
“Dalam menetapan Hari Inspirasi juga kami menyesuaikan dengan aktivitas di Sekolah Dasar, yakni sebelum Ujian Semester.” ujar Muhdi Attaufiq selaku Kepala Sekolah Kelas Inspirasi Gorontalo.
Kelas Inspirasi juga memiliki 7 sikap dasar yakni Sukarela, Bebas Kepentingan, Tanpa Biaya, Ambil Bagian Langsung, Siap Belajar, Siap Bersilaturahmi dan Tulus yang menjadi prinsip mendasar dalam setiap kegiatan Kelas Inspirasi.
Nah tahun ini, Kelas Inspirasi Gorontalo kembali mengadakan Hari Inspirasi di 9 Sekolah terpilih yang ada di Gorontalo. Salah satunya ialah Min Al Yusra Dungingi yang menjadi Zona Inspirasi, yang dikunjungi oleh tim Zetizen. Untuk pemilihan Zona Inspirasi itu sendiri, sebelumnya pihak panitia telah melakukan survei ke sekolah-sekolah yang ada di Gorontalo. Sekolah yang terpilih merupakan sekolah yang dimana anak-anaknya masih dalam kategori menengah kebawah. Sehingga sekolah tersebut dirasa perlu untuk dijadikan Zona Inspirasi.
Ada dua relawan yang menebar Inspirasi, yakni relawan Pengajar dan relawan Dokumentator. Untuk relawan pengajar, mereka merupakan orang-orang yang telah memiliki profesi dan minimal telah menggeluti profesinya selama 2 tahun. Untuk profesinya sendiri, ada berbagai macam profesi seperti Guru, Dosen, Polisi, Penyiar Radio, Pengusaha, Pedangang, Apoteker, Analisis Jabatan, Karyawan Swasta, Pengacara, bahkan Pengamat Gempa dan masih banyak yang lainnya. Ada sekitar 100 relawan yang telah menebar inspirasi pada 25 April kemarin.
Lewat Kelas Inspirasi tersebut, para relawan memperkenalkan profesi mereka masing-masing pada setiap siswa yang ada. Para siswa pun diberikan kertas yang bertuliskan cita-cita mereka dan ditempel pada Pohon Cita-Cita. Tujuan dari menebar Inspirasi tersebut tidak hanya memperkenalkan profesi-profesi relawan kepada siswa, tetapi sekaligus memberikan pengetahuan kepada para siswa, bahwa ada beragam profesi lain yang dapat mereka cita-citakan di masa depan. Dalam artian, tidak terbatas pada profesi-profesi umum yang mereka ketahui dan mereka cita-citakan selama ini. Sehingga, dengan adanya Kelas Inspirasi, anak-anak tersebut dapat termotivasi agar mereka dapat bersemangat dalam mengejar dan mewujudkan cita-cita mereka.
“Kehadiran Kelas Inspirasi ini sudah ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi kami. Sebab, kami pun menyadari bahwa anak-anak juga pasti bosan dengan guru-guru yang hanya itu-itu saja yang ditemuinya setiap hari. Sehingga dengan adanya Kelas Inspirasi ini, menurut saya dapat menjadikan anak-anak yang tadinya malam bersekolah menjadi bersemangat kembali karena telah terinspirasi dari Kakak-kakak Kelas Inspirasi.” aku Rahman Nastar selaku Kepala Sekolah Min Al Yusra Dungingi (ZT-08/hargo)
KATA MEREKA TENTANG KELAS INSPIRASI :

Relawan Pengajar
Guru lebih Semangat dari Siswa
Mengajar anak-anak Sekolah Dasar ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya harus lebih sabar dalam mengajar. Tidak hanya sabar, tapi juga harus exited dan bersemangat. Sebab dalam mengajar anak kecil, kalau gurunya biasa saja dan tidak bersemangat, maka siswanya pun pasti tidak semangat juga. Jadi, guru harus lebih semangat dari siswanya. Saya pun berharap, semoga dengan adanya Kelas Inspirasi ini dapat membantu mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. (ZT-08)

Siswa Kelas 1
Merasa punya Guru Baru
Saya senang sekali diajar oleh Kakak-kakak dari Kelas Inspirasi. Karena saya merasa jadi punya guru baru dan gurunya beda dari guru-guru yang ada setiap harinya. Gurunya juga cantik. Dikelas kami diajarkan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kami juga diberi motivasi untuk meraih cita-cita dengan menulisnya di Pohon Impian. Cita-cita saya adalah menjadi Polisi. (ZT-08)




