MARISA, hargo.co.id – Lokasi tambang emas Dusun Moodito, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato mendadak dibuat gempar, Kamis (27/4) sekitar pukul 15.00 wita.
Para penambang yang sedak sibuk melakukan penggalian emas langsung kocar-kacir. Itu menyusul kejadian longsor yang menimbun tiga orang penambang. Dua penambang tewas ditempat. Sementara satu penambang lainnya berhasil diselamatkan.
Mereka yang tewas yakni Aswin Hatama (53) dan Ramli Alim (27). Keduanya merupakan warga Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato. Aswin tewas saat masih berada di dalam timbunan longsor. Ramli tewas saat akan dibawa menuju rumah sakit.
Sementara penambang yang berhasil selamat yakni Angki Azis (26) warga Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato. Angki karena cepat dievakuasi oleh penambang lainnya.
Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Sutrisno,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Deny Muhtamar kepada Gorontalo Post menjelaskan, pihaknya saat ini sudah memeriksa enam orang saksi dan saat ini masih terus dikembangkan.
“Kami masih akan mencari tahu terlebih dahulu, apakah ada unsur kesengajaan atau seperti apa kejadiannya,†ungkapnya.
Tak hanya itu saja, kata mantan Kasat Reskrim Polres Boalemo ini, lokasi pertambangan rakyat itu adalah lokasi illegal.

“Untuk penutupan lokasi, masih akan kami koordinasikan lagi. Namun, sesuai dengan informasi yang kami miliki, lokasi itu adalah pertambangan illegal,†ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Pohuwato, Saipul A. Mbuinga berencana akan turun dengan wakil rakyat lainnya untuk meninjau langsung keberadaan lokasi pertambangan tersebut.
Memang kata Saipul A. Mbuinga, lokasi tersebut sudah menjadi pusat mata pencaharian masyarakat untuk mencari emas.
Hanya saja, yang akan dilihat nanti adalah kelayakan dari lokasi tersebut dan bagaimana bertambang yang baik dan benar.
“Kami pun akan terus memperjuangkan wilayah pertambangan rakyat (WPR), sehingga legalitas dari masyarakat penambang itu ada,†pungkasnya. (kif/hargo)
