Warga Tagih Realisasi Pembangunan Sumur

×

Warga Tagih Realisasi Pembangunan Sumur

Sebarkan artikel ini
BUTUH AIR: Warga membetulkan selang bantuan air dari PDAM Nganjuk. (REKIAN - RadarKediri/JawaPos.com)
BUTUH AIR: Warga membetulkan selang bantuan air dari PDAM Nganjuk. (REKIAN - RadarKediri/JawaPos.com)

Hargo.co.id NGANJUK – Untuk mengantisipasi bencana kekeringan yang rutin menimpa warga Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, pemkab berencana membangun dua sumur baru di sana. Sayangnya, hingga September ini, sumur bantuan itu belum kunjung terealisasi. Warga pun meminta pemkab segera mewujudkan janjinya.

Suratno, warga Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung mengatakan, pembangunan dua sumur di desanya sudah direncanakan sejak lama. Bahkan, kabarnya ada dua titik yang akan dibor untuk memenuhi kebutuhan air warga di Dusun Sendanggogor dan Dusun Jomblang. “Tapi ya itu. Sampai sekarang belum dibangun,” keluh pria berusia 40 tahun itu.

Bencana kekeringan yang dialami sekitar 400 kepala keluarga (KK) tahun ini diharapkan Suratno jadi perhatian pemkab. Salah satunya, dengan segera merealisasikan pembangunan sumur dalam.

Meski demikian, Suratno mengingatkan agar pemkab benar-benar selektif memilih lokasi untuk dibor. Sebab, beberapa sumur baru yang dibangun pemkab justru tidak bisa dimanfaatkan karena air yang keluar berminyak dan bau. “Jangan sampai setelah dibor airnya sama,” lanjut Suratno mengingatkan.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto yang dikonfirmasi tentang realisasi sumur untuk antisipasi kekeringan di Desa Ngepung, Lengkong mengatakan, pembangunan sumur akan segera direalisasikan. “Paling lambat Oktober targetnya pembangunan sumur akan selesai,” kata Agus.

 Terkait keinginan warga agar air sumur layak dikonsumsi, Agus menyebut pemkab akan melibatkan ahli. Terutama, dalam menentukan titik yang akan dibor untuk diambil airnya.

Agus yang kemarin berkoordinasi dengan Camat Lengkong Haris Jatmiko mengatakan, pihak kecamatan sudah mengajak pejabat forum pimpinan kecamatan (forpimca) untuk melakukan survei. Perwakilan koramil dan polsek diajak meninjau lokasi yang cocok untuk dibor dan diambil airnya.

Hasilnya, Sumber Bendo Gede yang berjarak sekitar satu kilometer dari Dusun Sendanggogor dinyatakan layak. Selain kondisi airnya bagus, debit airnya juga besar. “Lokasinya memang jauh tapi air sumber ini layak untuk dikonsumsi,” terang Agus.

Sesuai rencana, menurut Agus pengeboran sumur akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Adapun pembangunan infrastruktur pascapengeboran menurut Agus akan menggunakan dana desa.

Sementara itu, kemarin badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Nganjuk kembali melakukan dropping air di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Soekonjono mengatakan, kemarin pihaknya mengirim enam tangki air bersih dengan kapasitas 30 ribu liter.

Seperti sebelumnya, Soeko menyebut pengiriman air bersih akan dilakukan lagi dua hari ke depan. “Pengiriman akan terus dilakukan sampai warga tidak kesulitan air,” terang Soeko.

(rk/rq/die/JPR/hg)