Hargo.co.id – Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia mengaku dirinya tak pernah diundang dewan pimpinan pusat (DPP) partai beringin sebelum dipecat dari partai berlambang beringin ini. Doli mengadukan persoalan itu kepada Agung Laksono.
“Saya panggil saudara Doli beberapa waktu lalu. Dia bilang saya (Doli) tidak pernah diundang, tidak pernah diminta datang,” ujar Agung Laksono yang saat ini menjabat segai ketua Dewan Pakar Parai Golkar itu.
Atas aduan tersebut, Agung lantas bertanya kepada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan sekjennya, Idrus Marham saat shalat Idul Adha bersama, pagi tadi. Idrus katanya membantah pernyataan Doli.
Malah katanya saat dipanggil, Idrus menawari jabatan kepengurusan di DPP. “Menurut Pak Idrus dia sudah memanggil Doli, malah sudah ditawarkan jabatan. Saya sebenarnya wallahualam tapi itulah kata Pak Idrus pada saya,” tutur Agung.
Idrus menyampaikan kepada Agung bahwa pemecatan itu karena ada pembangkangan dari Doli terhadap keputusan pleno Partai Golkar. Bahwa partai berlambang beringin itu tetap dipimpin Novanto dan tidak akan adanya Munaslub.
Ditambah lagi ada tudingan dari Doli terhadap Ketua MA Hatta Ali yang bertemu Novanto dalam sebuah acara ujian disertasi di Surabaya.
Doli curiga ada pembicaraan terkait kasus korupsi e-KTP dimana Novanto telah ditetapkan sebagai tersangkanya.
“Jadi kata dia, atas dasar itu semua kami tidak melanggar aturan Pak Agung, kami tidak melanggar prosedur, karena sudah diingatkan, tertulis, maupun diundang secara lisan untuk bertemu,” sebut Agung menirukan perkataan Idrus.
Bahkan, lanjut Agung, dari pernyataan Idrus ada saksi bahwa DPP Partai Golkar telah memanggil Doli. “Tapi waktu saya panggil Pak Doli, dia bilanga nggak ada. Saya juga nggak ngerti mana yang benar. Sebagai Kosgoro saya juga prihatin,” pungkas ketua umum Kosgoro itu.
(dna/JPC/hg)
