‘Setia Pada Rakyat’. Inilah makna kalimat Satya Pradja. Pasar yang berada di Jalan MT Haryono, Kota Gorontalo itu, merupakan pasar pertama yang ada di Kota Gorontalo. Meski belakangan sudah banyak bermunculan pusat perbelanjaan konvensional, rupanya pasar ini masih terus bertahan.
===================
Kota Gorontalo yang saat ini sebagai pusat perekonomian provinsi, rupanya masih menyimpan bukti sejarah pusat perdagangan tertua yang hingga kini masih bertahan, yakni Pasar Satya Pradja. Sebuah kawasan perdagangan kecil tempo dulu di seputaran Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Memang, bagi masyarakat kelahiran di abad milenium, tentunya nama pasar tersebut sangat asing terdengar di telinga. Apalagi, banyak yang tidak mengetahui letaknya dimana.
Fisik pasar Satya Pradja memang sulit ditemukan, karena lokasinya yang berada di bagian dalam. Bahkan, lokasinya kini hampir tak dikenali lagi, karena kondisinya mulai usang, semraut dan akses masuk ke lokasi sedikit tertutup, karena terdapat cukup banyak bangunan bergaya lama kolonial.
Luasannya pun hanya berkisar luas lahan berbeton Tugu Nani Wartabone Taruna Remaja Kota Gorontalo. Untuk menuju ke lokasi cukup berhenti di salah satu sudut di persimpangan Jalan MT Haryono. Nampak jelas tulisan usang di atas atap bangunan sudut menjadi identitas memasuki pasar Satya Pradja.
Cukup butuh waktu sedikit membersihkan salah satu bagian dinding di pintu masuk lokasi itu dengan menggunakan kain lap basah. Tulisan itu menyebutkan bahwa pasar Satya Pradja dibangun pada tanggal 10 April 1961 silam dan selesai pembangunan pada tanggal 1 Mei 1962 oleh Kota Pradja Gorontalo masa Walikota R.A Slamet. Pelaksana Fa. Nusantara, Direktur Saleh Al-Hadar.
