Hargo.co.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku sedih saat mengetahui Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dirusak sejumlah oknum suporter Persija Jakarta. Saat itu, dirinya tidak ada di lokasi karena ada tugas di Yogyakarta.
Apalagi, kata Basuki, pemerintah telah meyakinkan The Olympic Council of Asia (OCA) atau Dewan Olimpiade Asia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan Asian Games.
“Saat kejadian saya berada di Yogyakarta.Kalau saya lihat itu, saya nangis betul ya karena memang ini kan perjuangan kita memperbaiki ini untuk meyakinkan OCA dalam rangka penyelenggaraan Asian Games. OCA tadinya ngak percaya kalau kita mampu melakukan renovasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/2).
![]()
Jakmania saat masuk ke lapangan ikut merayakan gelar juara Piala Presiden 2018 yang diraih Persija (=Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Basuki menyayangkan aksi oknum suporter yang kurang bisa menghargai kerja keras pemerintah. Padahal, perbaikan stadion dilakukan agar masyarakat bisa semakin nyaman saat menyaksikan Timnas Indonesia maupun klub sepakbola yang bermain di GBK.
“Siang malam kita kerjakan, sudah bisa kita sajikan buat masyarakat Jakarta dan Indonesia dan OCA pun sudah bisa diyakinkan bahwa kita mampu,” tuturnya.
Basuki mengakui sudah mendapatkan laporan soal kerusakan GBK dan menurutnya kerusakan yang terjadi di GBK tidak terlalu parah. Diperkirakan, stadion yang memiliki kapasitas 72 ribu penonton akan selesai diperbaiki selama 10 hari dan menelan biaya kurang lebih Rp 150 juta.
“Kalau kita lihat kerusakannya, saya kira tidak terlalu besar tadi kita lihat bersama di GBK. Saya kira 10 hari selesai pokoknya ngak sampai seminggu selesai semua. Biaya perbaikan sudah dihitung dan menurut pelaksananya sekitar Rp 150 jutaan,” pungkasnya.
(hap/JPC)
