Hati-Hati Hipertensi Usia Dini

×

Hati-Hati Hipertensi Usia Dini

Share this article
Ilustrasi

Hargo.co.id,Zetizen-GP- Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia dikejutkan sama kabar meninggalnya kakak artis remaja Dea Imut akibat penyakit hipertensi. Padahal, usianya sangat muda, yakni 29 tahun. Hal itu jadi bukti bahwa penyakit hipertensi alias tekanan darah tinggi ternyata nggak cuma mengintai orang tua. And guess what, kebiasaan atau lifestyle anak muda masa kini ternyata makin memicu munculnya hipertensi usia dini loh. Kurang-kurangi yuk sebelum menyesal! (far/c22/nrm)

Merokok Berlebihan
Sebagaimana yang tertera pada keterangan belakang bungkus rokok, terlalu banyak merokok bisa memicu hipertensi. Di sisi lain, banyak anak muda zaman now yang jadi perokok berat sejak usia sekolah. Itu tuh yang akhirnya bikin anak muda makin rentan terkena hipertensi. ’’Perokok berat di situ artinya sehari mereka menghabiskan 15 atau lebih batang rokok,’’ jelas Mochamad Yusuf MD PhD FIHA FESC, director of Cardiac Cathetherization Laboratories Rumah Sakit Universitas Airlangga.

’’Kandungan nikotin dalam rokok yang dihirup secara terus-menerus lama-kelamaan mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan keras. Itulah yang kemudian bisa mengakibatkan hipertensi karena jantung harus bekerja lebih berat,’’ jelas dokter yang juga merupakan dosen Universitas Airlangga tersebut. So, buat para perokok muda, penting banget nih membatasi jumlah rokok yang dikonsumsi. Lebih baik lagi sih mending berhenti!

Too Much Coffee Is A No
Buat anak muda masa kini, minum kopi nggak hanya jadi pemuas dahaga, tapi juga kebiasaan dan lifestyle tersendiri. But, tahu nggak sih bahwa terlalu kecanduan pada kopi ternyata juga bisa meningkatkan risiko hipertensi. ’’Kandungan kafein kopi memicu kelenjar adrenal melepaskan adrenalin berlebihan sehingga membuat tekanan darah meningkat. Kafein juga bisa meningkatkan kekakuan pembuluh darah,’’ jelas Yusuf.

Risiko hipertensi makin diperparah dengan kebiasaan anak muda yang suka mengonsumsi makanan lain sambil ngopi-ngopi cantik. ’’Sambil ngopi, biasanya ditambahi berbagai komposisi lain seperti gula, krimer, atau kue. Padahal, camilan tersebut juga bisa memengaruhi tekanan darah,’’ lanjut Yusuf. Batas baik mengonsumsi kopi adalah nggak melebihi 237 mililiter per hari.

 Kurang Olahraga dan Banyak Makan Daging
Entah karena malas bangun pagi atau takut kecapekan, banyak anak muda masa kini yang makin malas berolahraga. Padahal, olahraga penting buat mencegah berbagai potensi penyakit loh. Termasuk hipertensi. ’’Olahraga bisa melatih jantung agar lebih kuat saat mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga bisa meminimalkan risiko hipertensi,’’ ungkap Yusuf. Selain itu, olahraga bisa mencegah obesitas yang juga jadi pemicu terbesar munculnya hipertensi. Berdasar studi Swedish Obese Study, angka kejadian hipertensi akibat obesitas mencapai 13,5 persen.

Di sisi lain, banyak anak muda yang kurang bisa mengontrol pola makan. Salah satunya, gemar makan daging-dagingan. Terlalu banyak makan daging juga bisa memicu hipertensi. ’’Beberapa studi menyebutkan, pengonsumsi red meat bisa terkena hipertensi dengan potensi jauh lebih besar karena kandungan lemak jenuhnya tinggi,’’ jelas Yusuf. Padahal, menurut studi yang dilakukan peneliti W. Marcason, asupan lemak jenuh dan trans nggak boleh dikonsumsi melebihi 20 gram per hari loh. Waduh!

 Adanya Karakter Psikologis Tertentu
Fase usia dan kehidupan anak muda yang dinamis bikin emosi mereka mudah naik turun. Hal tersebut mengakibatkan munculnya berbagai karakter psikologis pada diri anak muda. Beberapa di antaranya juga bisa jadi pemicu hipertensi. ’’Misalnya, perasaan mudah membenci atau tidak sabaran. Itu bisa memicu hipertensi pada usia muda,’’ jelas Yusuf.

Yep, berdasar studi Lijing L. Yan PhD MPH yang berjudul The Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA), anak muda yang nggak sabaran diklaim punya risiko hipertensi hingga 84 persen. That’s why, selain mengubah gaya hidup, menjaga kondisi psikis penting banget dilakukan. ’’Lifestyle sehat ditambah selalu menjaga diri agar punya positive vibes penting dilakukan anak muda masa kini untuk menghindari risiko hipertensi di usia dini,’’ ucap Yusuf. Note that, fellas!