Hargo.co.id SEOUL – Partai Saenuri mendapat pukulan telak pada Rabu (13/4). Untuk kali pertama dalam 16 tahun terakhir, partai konservatif di Korea Selatan (Korsel) tersebut tidak memperoleh suara mayoritas di parlemen. Dari 300 kursi, Saenuri mendapat 122 saja.
Padahal, pada periode sebelumnya, mereka berhasil menguasai 152 kursi. Di lain pihak, partai oposisi Minjoo meraih kemenangan yang tidak terduga dengan mengamankan 123 kursi. Sisanya diisi dua partai oposisi lainnya.
Perolehan itu tentu saja bakal berdampak pada nasib Presiden Park Geun-hye dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2017. Para pengamat menilai, jatuhnya suara partai yang mengusung Park tersebut disebabkan perekonomian Korsel yang terus melorot.
Saat ini jumlah pemuda yang menjadi pengangguran cukup tinggi di Korsel.
Itulah yang akhirnya membuat para pemilih tidak lagi percaya bahwa Park maupun Partai Saenuri bisa membawa perubahan.
’’Hasil ini adalah penghakiman dari para pemilih terhadap Presiden Park. Semua kemarahan terpendam mereka atas memburuknya ekonomi dan ketimpangan yang kian lebar meledak dalam pemilu ini,’’ jelas Choi Chang-ryul, profesor bidang politik di Universitas Yongin.
