Hargo.co.id GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi Gorontalo naik 6,61 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh seluruh lapangan usaha di Gorontalo.
Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo Eko Marsoro, pertumbuhan ekonomi yang tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh sebesar 15,18 persen.
Hal itu rupanya sejalan dengan pertumbuhan kredit di Gorontalo. Pasalnya, sesuai dengan data yang diperoleh dari Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, bahwa pertumbuhan kredit hingga bulan Maret 2016 mencapai 12,21 persen yang didominasi oleh kredit modal kerja.
Seperti diketahui, pemerintah telah menurunkan suku bunga KUR tahun ini mencapai 9 persen, turun 3 persen dari tahun lalu yakni sebesar 12 persen.
“Mungkin karena banyak warga Gorontalo yang mengakses modal perbankan dan asuransi,” ujar Eko Marsoro saat jumpa pers, Rabu 4 Mei 2016
Sementara untuk dari triwulan sebelumnya, ekonomi Gorontalo juga sudah tumbuh 3,25 persen. Seperti diketahui, musim kemarau pada 2015 sangat mempengaruhi perekonomian Gorontalo yang didominasi oleh sektor pertanian.
Nah, pada triwulan I 2016 ini (q-to-q), dari sisi produksi pertumbuhan disebabkan oleh faktor musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 15,02 persen.
“Ini karena terjadi pegeseran panen agak menurun di triwulan dua, maka di triwulan satu kondisi panennya bisa masuk di triwulan satu, walaupun ini sebetulnya belum maksimal karena pengaruh elnino.
Sebab hujan itu baru turun di awal April, namun ternyata jagung luas panennya meningkat dua kali lipat, meski panen padi agak menurun,” katanya.
Sementara, struktur ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2016 dari sisi produksi didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 38,51 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran didomnasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 60,13 persen.(tr-51/hargo)
