Hargo.co.id, GORONTALO – Ini persoalan serius. Target 100 persen rasio elektrifikasi (sambungan listrik PLN) pada tahun ini di Provinsi Gorontalo dipastikan batal terwujud. Pasalnya Program listrik gratis atau Listrik Desa (lisdes) yang sudah diprogramkan Kementerian ESDM untuk Provinsi Gorontalo dalam APBN 2019 sejumlah 20.054 sambungan, tak terwujud.
Pasalnya Kementerian Keuangan telah membatalkan anggaran untuk program tersebut. Padahal program itu sangat dibutuhkan untuk membantu penyambungan listrik bagi warga miskin yang jumlahnya masih cukup banyak dan tersebar di semua kabupaten-kota di Gorontalo.
Pencoretan program lisdes ini tentu saja sangat kontradiktif dengan langkah pemerintah pusat yang selalu menggembar-gemborkan tersambungnya jaringan listrik ke semua rumah penduduk di Indonesia selambat-lambatnya tahun ini.
Batalnya program lisdes APBN untuk Gorontalo, diakui Anggota Komisi II Deprov Gorontalo Chamdi Mayang. Kepada Gorontalo Post kemarin (8/3), Dia mengatakan, terkait persoalan ini, pihaknya sudah mengecek ke Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.
Dan disampaikan bahwa anggaran untuk mendukung program lisdes di Gorontalo sebanyak 20.054 sambungan, sudah tidak masukkan oleh Kementerian Keuangan.
“Kami juga sudah mengecek ke Dirjen eneri baru terbarukan. Mereka menyampaikan bahwa hasil pengecekan mereka ke Bappenas, bahwa item program itu memang masih ada. Tapi anggarannya memang sudah nol,” aku Chamdi.
Makanya saat mengunjungi PLN Wilayah Suluttenggo di Manado kemarin (8/3), Komisi II menurut Chamdi juga ikut menyampaikan persoalan ini. GM PLN Suluttenggo menyatakan belum tahu secara detail persoalan ini.
“Belum tau angka-angkanya. Tapi nanti ini akan disampaikan PLN Suluttenggo ke pusat,” tandas Chamdi.
