Panglima TNI Gatot Nurmantyo berfoto bersama Kapolda Papua tak juah dari lokasi operasi pembebasan sandera di Mimika, Papua. (istimewa)

12 Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual, Gatot: Kami Akan Kejar GSB

Headline Kabar Nusantara

Hargo.co.id  - Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan, pasukannya akan terus melakukan pengejaran kepada kelompok gerakan separatis setelah proses evakuasi masyarkat sipil yang menjadi korban penyanderaan Gerakan Separatis Papua (GSB) di Papua selesai.

“Pengejaran akan tetep dilakukan, tetapi saat ini tugas pasukan saya membebaskan sandera dan mengamanakan tempat ini,” kata Gatot usai memberikan penghargaan kepada 58 prajurit TNI yang berhasil membebaskan sandera di Tembagapura Mimika Papua, Minggu (19/11).

banner 728x485
BACA JUGA : Naik Pangkat Istimewa Usai Bebaskan Sandera

Gatot pun meminta kepada pasukannya untuk tidak memikirkan pulang cepat. Masyarakat di Papua, kata dia masih membutuhkan pengamanan TNI agar terlindung dari gerakan separatis bersenjata.

“Jangan cepat-cepat pulang. Belum selesai tugasnya, jangan terlena. Jangan ada lagi korban-korban,” tegasnya.

Dijelaskan Gatot, penyanderaan oleh GSB ini bukan disekat dalam satu ruangan, tapi dalam satu lokasi. Dimana, mereka tidak boleh beribadah, dilarang bergerak kemana-mana, termasuk tidak diizinkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Masyarakat disini jelas sangat terintimdisasi, 12 wanita mengalami kekerasan seksual, kemudian 107,5 juta rupiah di rampas, 154,4 gram emas diambil, 200 HP disita semua oleh mereka,” ungkap Panglima.

Tentu saja, lanjut Gatot, apa yang dilakukan oleh prajurit adalah bagian dari negara hadir di tempat ini untuk memberikan perlindungan kepada rakyatnya. Karena apapun, tidak boleh di Indonesia ini ada masyarakat yang disandera.

“Perintah saya tegas, faktor utama adalah pembebasan sandera dan tidak boleh ada satu sandera pun jadi korban. Karena operasi pembebasan sandera tolak ukurnya itu,” ujarnya.

Gatot juga menuturkan, dalam proses pembebasan sandera kali ini ada dua anggota GSB yang mati dan saat proses pembersihan. Di sana juga ditemukan satu pistol standar militer. Sehingga apa yang dilakukan oleh prajurit layak diberikan penghargaan.

“Saya hadir beserta istri karena ingin memberikan penghargaan kepada mereka dengan kenaikan pangkat luar biasa,” tandasnya.

(dms/JPC/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *