Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2 Pegawainya Ditahan, Begini Tanggapan Bupati Hamim Pou

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 12 Maret 2016 | 13:54 Tag: , , , , , ,
  

Hargo.co.id BONE BOLANGO – Penahanan kepala dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bone Bolango Slamet Wilyardi dan bendahara Yuliawaty Kadir, membuat bupati Bone Bolango angkat bicara.

Hamim mengaku berduka bahkan terpukul karena sebelumnya sama sekali tak menduga jika hal ini akan terjadi. Namun demikian tegas Hamim Pou, pihaknya menghargai proses hukum yang saat ini tengah dilaksanakan oleh pihak Kejaksaan Negeri Suwawa.

“Prinsipnya kami menghargai proses hukum yang menimpa pak Slamet. Dan kami dari pihak Pemda akan memberikan pembelaan hukum terhadap yang bersangkutan,”kata Hamim beberapa hari lalu.

Penahanan kedua pegawai di Bone Bolango itu setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Suwawa menetapkanya kedua sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana bantuan sosial di Kabupaten Bone Bolango tahun 2010-2011 pada pemeriksaan perdananya Selasa (8/3).

Bahkan paling mengejutkan ketika Kejaksaan menetapkan penahanan untuk masa 20 hari kedepan. Sore itu juga, Slamet Wilyardi langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Gorontalo.

Sebelumnya, dalam kasus berbanderol Rp 10,8 Miliar itu status Slamet hanya sebagai saksi. Sementara Yuliawaty Kadir pun mengalami nasib yang sama. Yuliawaty yang sedang hamil 5 bulan itu akhirnya tak bisa berbuat banyak ketika digiring ke Lapas Gorontalo. (roy/ndi/hargo)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar