Minggu, 23 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



2022, Kemenkominfo Masih Fokus Pemerataan Digital

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 31 Desember 2021 | 17:05 PM Tag: ,
  Ilustrasi: Jaringan telekomunikasi menjadi kunci menyatukan negara kepulauan seperti Indonesia. (Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut masih akan terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi sesuai dengan perencanaan dalam Roadmap Indonesia Digital. Pada tahun 2022, Kementerian yang digawangi oleh Johnny G.Plate ini juga masih akan fokus menyelesaikan pembangunan di lapisan backbone hingga last mile.

“Di lapisan backbone mengoptimalkan utilisasi jaringan kabel serat optik Palapa Ring melalui penggelaran ekstensi Palapa Ring Integrasi sepanjang 12.083 KM,” ujar Dedy Permadi, Juru Bicara Kemenkominfo di Jakarta, Kamis (30/12) malam.

Sementara pada lapisan middle-mile, lanjut Dedy, Kemenkominfo masih akan melakukan penambahan kapasitas satelit dan pembangunan gateway. “Dan untuk lapisan last mile menyelesaikan pembangunan BTS bersama operator seluler untuk memastikan jangkauan konektivitas 4G di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau sinyal 4G,” lanjut Dedy.

Sebagai bagian dari evaluasi pembangunan di tahun 2022, Dedy menyebut, terdapat beberapa tantangan pembangunan infrastruktur digital keterbatasan pembiayaan, khususnya bagi pembangunan di wilayah 3T atau terdepan, terpencil dan tertinggal. Oleh karena itu, Kemenkominfo mengklaim pihaknya akan melakukan terobosan melalui skema bauran pembiayaan atau blended financing.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi juga terkendala topografi atau kontur, bentang alam, serta keberagaman medan yang mendorong bauran pilihan teknologi telekomunikasi, serta inovasi dan adaptasi dalam proses pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur,” tegas Jubir Kementerian Kominfo.

Dedy juga menyatakan, program lain yang telah dilakukan sepanjang tahun 2021 adalah farming dan refarming spektrum frekuensi radio, baik untuk optimalisasi kualitas layanan jaringan 4G, pengembangan jaringan 5G, serta untuk menjalankan program Analog Switch Off (ASO).

Khusus penggelaran 5G, telah dilakukan layanan komersial 5G di beberapa area residensial dan hotspot di 13 kota di Indonesia melalui tiga operator seluler, yakni PT Telkomsel, PT Indosat, dan PT XL Axiata.

“Kominfo melalui operator seluler juga telah menghadirkan 5G experience di beberapa event seperti di peluncuran Gerakan Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo, PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, dan pameran Pusat Inovasi Digital Industri 4.0 di Jakarta,” paparnya.

Menurutnya, Kementerian Kominfo akan terus mendorong pengembangan konektivitas 5G. Salah satunya dengan menghadirkan 5G experience dalam gelaran MotoGP Mandalika tahun 2022 dan event penting pada G20 mendatang.

“Selain itu, penataan spektrum frekuensi radio juga dilakukan untuk memfasilitas program Analog Switch Off atau digitalisasi TV. ASO akan diberlakukan dalam tiga tahap, yakni tahap I pada 30 April 2022, tahap II 25 Agustus 2022, dan tahap III 2 November 2022. Dengan demikian, Indonesia akan segera menyambut era baru siaran TV digital,” papar Dedy Permadi.

Dalam penyelesaian program ASO, saat ini Kementerian Kominfo mendorong komitmen penyelenggara layanan multipleksing untuk berkontribusi dalam penyediaan set top box (STB) gratis kepada rumah tangga miskin secara mencukupi.(JawaPos.com)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Tahun 2022, Kemenkominfo Masih Fokus Pemerataan Digital“. Pada edisi Jumat, 31 Desember 2021.
(Visited 24 times, 1 visits today)

Komentar